Glossary Voice Over

Last Updated: 2 November 2023, Authored by Jatmiko Kresnatama, Maintained by Inavoice

Term Teknis Managerial Voice Over

Dalam section ini, kita akan membahas istilah-istilah yang biasa digunakan pada saat pengaturan project voice over yang masuk. Istilah-istilah yang kami masukan disini telah kami sesuaikan dengan istilah yang beredar dalam industry voice over di Indonesia.

License

License atau dalam Bahasa Indonesia disebut lisensi adalah sebuah ijin penggunaan suara voice over bagi client yang akan menggunakan suara talent untuk ditayangkan pada khalayak ramai. Lisensi biasanya berkaitan dengan dimana voice over tersebut akan tayang, dan seberapa luas audiens yang akan dijamah dari kanal penayangan produk tersebut. Tentunya lisensi akan mempengaruhi rate project voice over yang akan ditayangkan.

Rate

Rate adalah harga jasa yang diberikan oleh voice over talent kepada client untuk mengerjakan project voice over yang diberikan.

Interactive Voice Response (IVR)

Interactive Voice Response (IVR) adalah sebuah jenis product voice over yang biasa digunakan untuk memberikan instruksi dalam sebuah program layanan interaktif berbasis system komputasi. IVR biasa ditemukan di mesin penjawab telpon, nomor urut antrian, tempat parkir, dll.

Public Service Announcement

Public service Announcement (PSA) adalah sebuah jenis product voice over yang biasa digunakan untuk memberikan pemberitahuan kepada khalayak umum di suatu tempat tertentu, seperti bioskop, perusahaan, dll.

Audio Book

Audio book adalah sebuah bentuk produk voice over dimana voice over talent dipergunakan jasanya untuk menarasikan sebuah cerita buku seorang diri, sehingga voice over talent tersebut harus mampu memerankan beberapa karakter yang terdapat dalam sebuah buku tersebut.

Audio Drama

Audio drama adalah sebuah bentuk produk voice over hasil gubahan buku atau cerita yang di tuliskan ulang sehingga berbentuk seperti sandiwara audio. Dalam proses produksinya, audio drama biasanya diperankan oleh beberapa orang untuk memerankan beberapa karakter tertentu.

Company Profile

Company profile adalah sebuah jenis product voice over yang biasanya digunakan untuk melakukan brand awareness dari sebuah perusahaan. Kebanyakan company profile bercerita tentang apa achievement yang telah dilakukan oleh sebuah perusahaan, sejarah berdirinya perusahaan, kelebihan atau keunggulan perusahaan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kebaikan dari perusahaan tersebut.

Radio Ads

Radio ads atau iklan radio adalah sebuah jenis product voice over yang bertujuan komersil (meningkatkan penjualan produk, brand awareness, dll) dan ditayangkan melalui kanal radio. Durasi dari iklan radio biasanya dibatasi sepanjang 1 menit.

TV Ads

TV ads atau iklan tv adalah sebuah jenis product voice over yang bertujuan komersil (meningkatkan penjualan produk, brand awareness, dll) dan ditayangkan melalui kanal TV. Durasi iklan tv biasanya tergantung oleh spot iklan yang dibeli oleh perusahaan. Namun normalnya durasinya berkisar antara 5 detik sampai 60 detik.

Digital Ads

Digital ads atau iklan digital sama seperti radio ads dan tv ads, hanya saja penayangannya melalui kanal-kanal digital, seperti youtube, tiktok, Instagram, facebook, pinterest, website milik client, dll. Durasi dari iklan digital tentunya akan menyesuaikan durasi kanal tempat penayangan iklan tersebut.

Public Service Ads

Public service ads atau iklan layanan masyarakat adalah iklan yang biasanya tidak ditujukan untuk pemberitahuan komersial dari sebuah product atau jasa. Iklan ini biasanya dibuat untuk memberikan informasi-informasi terkait tentang product atau layanan dari produk yang bersangkutan. Contoh iklan layanan masyarakat seperti iklan layanan masyarakat penggunaan pita cukai, iklan layanan cara memilih saat kampanye, dll.

Voice Over Live

Voice over live adalah sebuah service yang diminta dari client untuk voice over talent untuk menarasikan sebuah voice over pada event tertentu. Contoh event yang biasanya menggunakan voice over live adalah event awarding night stasiun televisi, dll.

Quotation

Quotation adalah sebuah dokumen yang biasanya digunakan untuk memberikan penawaran harga dari jasa yang kita berikan kepada client. Dalam quotation biasanya terdapat beberapa variabel, seperti rate voice over, rate studio, editing, mixing dan mastering, term & condition penggunaan jasa voice over dll. yang dibutuhkan untuk mengerjakan project tersebut.

Surat Perintah Kerja (SPK)

Surat perintah kerja (SPK) adalah sebuah dokumen legal yang diterbitkan oleh sebuah Perusahaan yang menerangkan dan mengikat bahwa Perusahaan tersebut sedang merekrut voice over talent untuk membacakan naskah dari sebuah product voice over.

Invoice

Invoice adalah dokumen yang biasanya digunakan untuk melakukan penagihan payment pada Perusahaan terkait jasa voice over yang akan dan atau telah diberikan oleh voice over talent. Sama seperti dalam quotation, dalam invoice juga disertakan variabel harga yang tertulis dalam quotation.

Terms of Payment

Terms of payment adalah kesepakatan cara pembayaran client kepada talent yang disepakati bersama dan tertulis dalam quotation, SPK, ataupun invoice. Terms yang biasa digunakan adalah Full payment, front payment, dan final payment.

Rebate

Rebate adalah pengembalian uang kepada client. Rebate biasa dilakukan bila dari awal ketika melakukan dealing dengan talent, client meminta sejumlah pengembalian uang.

Front Payment

Front payment atau sering juga disebut sebagai down payment (dp) adalah pembayaran awal dari client kepada talent atau agensi voice over untuk memastikan project voice over bisa berjalan. Hal ini dilakukan biasanya untuk menunjukkan keseriusan client dalam menggunakan jasa voice over talent.

Final Payment

Final payment atau juga sering disebut sebagai pelunasan adalah pembayaran akhir dari client untuk melunasi hutang project yang berjalan. Proses pembayaran final payment dilakukan setelah client mendapatkan delivery file berformat hi resolution file.

Full Payment

Full payment adalah system pembayaran full diawal sebelum project berjalan. Biasanya client melakukan hal ini karena client telah memiliki kepercayaan penuh kepada talent ataupun agency yang diajak bekerjasama.

Non-Disclosure Agreement (NDA)

Non-Disclosure Agreement adalah sebuah system perjanjian dimana seorang voice over talent tidak diperbolehkan untuk menggunakan project voice over yang dikerjakan menjadi portfolio pekerjaannya. NDA biasanya bersifat untuk melindungi data perusahaan dari competitor lain agar tidak memiliki kesamaan brand persona.

Gentlemen’s Agreement

Gentlemen’s agreement adalah sebuah perjanjian non formal dan tidak tertuang dalam kontrak ataupun bentuk perjanjian lain yang terlindungi oleh hukum yang berlaku. Biasanya, perjanjian ini hanya berupa ucapan ataupun tulisan dalam bentuk chat dalam hal pemesanan project voice over. Hal ini tentunya berbahaya karena penerima jasa voice over tidak terlindungi oleh hukum yang berlaku.

Pitching Project

Pitching project adalah proses dimana client menawarkan sebuah project voice over kepada talent voice over dan menanyakan berapa besaran harga jasanya. Dalam proses ini, biasanya client meminta talent untuk melakukan audisi dengan membacakan beberapa line naskah sebagai sample suaranya.

Audition

Audition adalah proses pemilihan beberapa voice over talent untuk sebuah project. Biasanya voice over talent diminta untuk mengirimkan sample suara baik menggunakan voice notes, ataupun alat rekam terbaiknya agar client mampu mendengara cara baca, intonasi, jeda, dan penyampaian pesan dari naskah yang telah ditulis. Umumnya audisi dilakukan dengan membacakan 2-3 line dari naskah yang sudah ditulis.

Cut Down

Cut down adalah proses memotong sebuah produk rekaman voice over menjadi beberapa produk voice over tambahan yang memiliki durasi yang berbeda. Contohnya sebuah iklan tv memiliki beberapa jenis durasi (60s, 30s, 15s, 5s), dari satu produksi voice over yang sama.

Revisi

Revisi adalah proses memperbaiki produk voice over karena dirasa masih belum sesuai keinginan client. Revisi biasanya dilakukan karena voice over talent belum membacakan naskah sesuai dengan keinginan client, atau biasa juga terjadi karena client melakukan perubahan pada naskah. Revisi biasanya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu revisi minor dan revisi mayor.

Revisi Minor

Revisi minor adalah revisi yang tidak terlalu banyak, bisa berupa perubahan naskah kurang dari 30% ataupun kesalahan pembacaan dari voice over talent yang berakibat pesan dalam naskah tidak tersampaikan dengan baik. Setiap voice over talent ataupun voice over agency memiliki term yang berbeda dalam menerapkan standard revisi minor ini.

Revisi Mayor

Revisi mayor adalah revisi yang cukup banyak dan cukup fatal sehingga diperlukan produksi ulang bagi voice over talent untuk membacakan hampir keseluruhan naskah. Revisi ini biasa terjadi karena client mengubah naskah lebih dari 30%.

Wrap

Wrap adalah sebuah kata untuk menyampaikan atau menyudahi sebuah proses produksi voice over. Biasanya penggunaan kata ini akan dikeluarkan oleh client ketika produk audio visual sudah selesai diproduksi secara keseluruhan.

Term Teknis Audio

Dalam section ini, kita akan membahas beberapa istilah yang biasa dipergunakan oleh sound engineer yang mungkin teman-teman voice over talent jarang mengetahuinya. Term teknis yang kami tulis di bawah telah kami sesuaikan dalam scope penggunaan di industri voice over.

Control Room

Control Room adalah ruangan dimana sound engineer bekerja untuk melakukan perekaman dan juga editing, mixing, mastering, project voice over.

Plosive

Plosive atau plosive sound adalah noise yang disebabkan oleh udara yang keluar dari mulut dan menyebabkan suara yang direkam tidak jelas. Biasa juga disebut sebagai poping noise.

Sibilance

Sibilance adalah keadaan dimana hasil rekaman suara sangat terdengar tajam dan mengganggu hasil rekaman khususnya pada bagian huruf s yang terdengar menjadi shhh. Sibilance juga biasa disalahkaprahkan dengan disebut sebagai hissing sound.

Mouth Clicks

Mouth click adalah noise yang terekam ketika melakukan rekaman voice over dikarenakan rongga atas mulut dan lidah yang terlalu basah. Biasanya suara yang dihasilkan akan penuh dengan suara click sehingga sulit untuk dibersihkan dalam proses editing.

Proximity Effect

Proximity effect adalah effect yang ditimbulkan oleh suara ketika seorang voice over talent berada di jarak tertentu terhadap microphone. Semakin dekat jarak dengan microphone, maka suara akan terdengar lebih low and deep, sedangkan dijarak sekitar 15cm, maka frequency suara yang terekam terdengar lebih flat.

Audio Interface

Audio interface adalah sebuah alat lengkap yang dipergunakan untuk melakukan perekaman suara. Kami menyebutnya alat yang lengkap karena di dalam sebuah audio interface sudah terdapat berbagai macam komponen, seperti pre amp, headphone amp, Analog to Digital Converter, dan Digital to analog converter.

Pre-Amp

Suara kita (sound wave / energy kinetik) akan diubah oleh microphone (berperan sebagai transducer) menjadi aliran listrik yang sangat kecil. Pre-Amp berfungsi sebagai alat yang dipergunakan untuk mengubah daya listrik yang lemah menjadi lebih besar agar dapat diproses oleh Analog to digital converter menjadi data digital dan bisa kita proses dalam komputer.

Outboard Pre-amp

Outboard pre-amp adalah sebuah pre-amp dedicated dan tidak berada didalam satu kesatuan audio interface. Outboard pre-amp biasanya memiliki karakter suara yang khas, sehingga tidak hanya digunakan untuk melakukan proses amplifikasi signal, namun juga digunakan untuk mendapatkan karakter suara yang diinginkan.

Internal Pre-amp

Internal pre-amp adalah sebuah pre-amp yang berada didalam satu kesatuan audio interface.

Headphone Amp

Headphone Amp adalah sebuah komponen audio, baik berada dalam audio interface atauapun berjenis dedicated outboard yang dipergunakan untuk melakukan amplifikasi suara, khususnya suara yang akan dikeluarkan melalui channel headphone out.

ADC

Analog to Digital Converter (ADC) adalah sebuah komponen yang berada dalam audio interface ataupun berjenis dedicated outboard, yang berfungsi untuk melakukan proses perubahan signal listrik menjadi data digital agar suara kita dapat diproses melalui teknologi komputasi atau komputer melalui Digital Audio Workstation.

DAC

Digital to Analog Converter (DAC) adalah sebuah komponen yang berada dalam audio interface ataupun berjenis dedicated outboard, yang berfungsi untuk melakukan proses perubahan data digital menjadi energi listrik. DAC dibutuhkan untuk melakukan proses monitoring saat rekaman suara ataupun proses post produksi, dimana suara yang masih berupa data digital dalam Digital Audio Workstation diubah menjadi signal listrik dan disalurkan oleh playback monitoring system yang kita.

Record Monitoring System

Record monitoring adalah system yang dipergunakan untuk mendengarkan proses perekaman suara secara simultan, dengan menggunakan playback monitoring system.

Playback Monitoring System

Playback monitoring system adalah system yang dipergunakan untuk mendengarkan ulang hasil rekaman suara yang telah kita rekam. Umumnya playback monitoring system ini dilakukan melalui dua alat, yaitu speaker dan juga headphone.

Studio Session

Studio session recording adalah proses atau sesi perekaman suara yang dilakukan didalam studio. Tak jarang client melakukan brief secara langsung ketika melakukan proses perekaman suara di dalam studio.

Client Visit

Client visit adalah proses pendampingan client untuk melakukan briefing kepada voice over talent ataupun voice director secara langsung ketika studio session.

Remote Recording Session

Remote recording session adalah proses perekaman suara yang dilakukan didalam studio oleh voice over talent namun mendapatkan brief langsung dari client yang tidak melakukan client visit. Artinya client dan voice over talent memiliki jarak yang cukup jauh sehingga membutuhkan bantuan peralatan tambahan untuk client melakukan record monitoring, seperti menggunakan sourceconnect, zoom, gmeet, dll.

Mobile Recording

Mobile recording adalah proses perekaman suara yang dilakukan bukan didalam studio dalam arti perekaman suara dilakukan dimana saja dengan menggunakan peralatan-peralatan penunjang yang compact dan minimalis. Dalam melakukan mobile recording, diharapkan voice over talent selalu memperhatikan acoustic treatment dan room isolation di ruangan tempat mereka melakukan perekaman karena hal ini akan sangat berdampak pada hasil rekaman yang dilakukan.

Acoustic Treatment

Acoustic treatment adalah proses melakukan pembenahan pada ruang rekaman suara dimana kita melakukan perlakuan khusus kepada ruangan tersebut agar pantulan suara tidak terekam kembali pada microphone. Perlakuan khusus yang dilakukan bisa menggunakan diffuser, absorber, dan Bass Trap.

Room Isolation

Room isolation adalah proses melakukan pembenahan pada ruang rekaman suara dimana kita menerapkan perlakuan khusus kepada ambience noise / suara yang tidak diinginkan yang didapatkan dari lingkungan sekitar agar tidak terekam di microphone.

Diffuser

Diffuser adalah alat yang dipergunakan untuk menunjang acoustic treatment dimana alat tersebut berfungsi untuk memecah pantulan suara yang terjadi di ruang rekaman sehingga suara yang seharusnya memantul tidak terekam oleh microphone.

Absorber

Absorber adalah alat yang dipergunakan untuk menunjang acoustic treatment dimana alat tersebut berfungsi untuk menyerap pantulan suara yang terjadi diruangan rekaman sehingga suara yang seharusnya memantul tidak terekam oleh microphone

Bass Trap

Bass trap adalah alat yang dipergunakan untuk menunjang acoustic treatment dimana alat tersebut berfungsi untuk menghilangkan suara-suara low frequency yang terperangkap dalam ruangan rekaman. Low frequency yang terperangkap dalam ruang perekaman dapat mengganggu proses perekaman suara ataupun proses mixing yang akan dilakukan.

Noise

Noise adalah suara yang mengganggu dan tidak kita inginkan untuk terekam dalam sesi perekaman suara.

Ambience Noise

Ambience noise adalah suara yang tidak kita inginkan untuk terekam dalam sesi perekaman suara yang didapat melalui keadaan lokasi sekitar. Contoh ambience noise adalah suara motor, suara jangkrik, suara tukang bakso, dll

Electrical Noise

Electrical noise adalah suara yang tidak kita inginkan untuk terekam dalam sesi perekaman suara yang didapat melalui peralatan audio / elektronik yang kita gunakan sebagai alat perekaman suara. Contoh electrical noise adalah hiss, humm, dll.

Structure Borne Noise

Structure borne noise adalah suara yang tidak kita inginkan untuk terekam dalam sesi perekaman suara yang didapatkan melalui pantulan-pantulan benda dalam ruangan suara, seperti pantualan suara di tembok, meja, kursi, dll.

Signal to Noise Ratio

Signal to noise ratio adalah perbandingan level noise dari noise floor yang kamu miliki dari keseluruhan alat perekaman kamu, dengan level signal / source yang seharusnya kamu rekam.

Noise Floor

Noise floor secara mudah dapat diartikan sebagai noise yang dimiliki / bawaan dari semua alat elektronik yang dipergunakan untuk merekam suara. Pahamilah bahwa setiap alat elektronik penghantar listrik dalam proses perekaman elektronik memiliki kemampuan untuk meredam noisenya masing-masing, namun peredaman tersebut tetap akan menyisakan residu noise. Sehingga setelah semuanya terkumpul, maka akan terkumpullah noise floor dari keseluruhan alat perekam suara kalian.

Distort / Clip / Peak

Distort / clip / peak adalah sebuah keruasakan pada file audio karena suara yang direkam melebihi 0 dBFS. Suara ini biasa diidentifikasikan dengan bahasa-bahasa seperti “suaranya pecah”. Distortion tidak dapat diperbaiki baik melalui proses editing, mixing, dan mastering.

Soundcard

Soundcard adalah audio interface berbentuk card (seperti vga card) yang langsung terkoneksi pada motherboard kita melalui channel PCI-E express.

Digital Audio Workstation (DAW)

Digital Audio workstation adalah software komputer atau aplikasi handphone yang dipergunakan untuk merekam, mengedit, mixing, dan mastering suara.

Audio Track

Dalam DAW terdapat banyak jenis track. Audio track sendiri adalah sebuah channel / tempat dalam DAW dimana kita dapat merekam, mengedit, dan memberikan efek kepada suara kita.

Mono Track

Mono track adalah sebuah audio track tunggal, yang mana biasa digunakan untuk merekam sumber suara tunggal. Sumber suara yang biasa direkam dengan menggunakan mono track adalah perekaman suara / voice over. Mono track secara default akan merekam suara dan menempatkannya pada posisi di tengah.

Stereo Track

Stereo track adalah dua audio track yang dijadikan satu channel yang mana biasa digunakan untuk merekam sumber suara yang dating dari arah kiri dan kanan, untuk menciptakan stereo imaging. Sumber suara yang biasa direkam dengan menggunakan stereo track adalah perekaman ambience dan juga sound effect lainnya. Stereo Track secara default akan merekam suara dan menempatkannya pada posisi kiri dan kanan.

Stereo Imaging

Stereo Imaging adalah proses penempatan suara dalam jangkauan ruas stereo (kiri, tengah dan kanan) untuk menciptakan persepsi lokasi penempatan sebuah suara tersebut. Pernah mendengarkan sound effect mobil lewat yang bisa berpindah dari kiri ke kanan? Nah itulah bentuk stereo imaging dalam aplikasinya.

Auxiliary Track

Auxiliary track (aux track) adalah sebuah track audio yang digunakan untuk menggabungkan berbagai macam source suara menjadi satu. Contoh penggunaan aux track dalam voice over adalah, ketika anda menggunakan beberapa track untuk merekam suara, karena saling tumpang tindih maka daripada anda harus memberikan efek pada setiap track audio dan membuat resource komputer anda bekerja lebih berat, maka lebih baik anda menggirimkan semua signal suara tersebut ke aux track, dan memberikan efek pada aux track tersebut.

Master Track

Master track adalah sebuah track audio dimana dalam track ini anda dapat mengatur keseluruhan level audio dan memberikan efek terhadap keseluruhan audio melalui track tersebut tanpa anda perlu mengirimkan keseluruhan signal masing-masing track (set by default).

Multi Track Recording

Proses rekaman suara yang dilakukan langsung oleh beberapa source secara simultan.

Microphone

Microphone adalah alat yang berfungsi sebagai transduser atau alat yang mengubah satu energi ke bentuk energi lain. Microphone berguna untuk mengubah gelombang suara (energi kinetik) menjadi energi listrik agar bisa ditransmisikan melalui kabel dan menuju ke pre amp untuk melalui proses amplifikasi suara. Baik itu untuk kebutuhan live performance ataupun perekaman suara.

Mic Sensitivity

Mic sensitivity adalah sebuah unit satuan hitung dari microphone untuk mengukur kemampuan microphone dalam melakukan proses perubahan gelombang suara menjadi energi listrik. Semakin rendah sensitifitas microphone, maka kebutuhan tenaga dari pre-amp untuk mengamplifikasi suara akan semakin lebih besar.

Pop Shield / Pop Filter

Pop shield / pop filter adalah alat yang berfungsi sebagai peredam plosive / poping noise yang mungkin terjadi ketika perekaman suara berlangsung

Stand Microphone

Stand microphone adalah alat yang berfungsi sebagai tempat menaruh microphone.

Shock Mount

Shock mount adalah alat yang berfungsi sebagai peredam getaran yang merambat melalui stand microphone yang mungkin terjadi ketika melakukan perekaman suara. Getaran yang merambat tersebut mampu membuat suara yang kita rekam menjadi jelek dan sulit untuk diperbaiki.

Microphone Talkback

Microphone talkback adalah alat yang dipergunakan oleh engineer untuk berkomunikasi dengan voice over talent. Studio yang proper, tentunya memiliki control room dan recording room yang terpisah. Sehingga untuk engineer berkomunikasi dengan voice over talent yang berada di ruangan yang terpisah tersebut, dibutuhkan microphone talkback sebagai alat komunikasinya.

Retake

Retake adalah proses merekam suara ulang naskah dari client karena choice / banks yang dimiliki tidak mencukupi untuk kebutuhan revisi yang diinginkan client.

Choice / Banks

Choice / banks adalah kumpulan hasil rekaman suara dalam satu recording session dimana kumpulan tersebut memiliki banyak variasi dan intonasi yang berbeda. Hal ini dipersiapkan sebagai kebutuhan revisi client agar ketika client memintanya kita tidak perlu melakukan retake.

Edit / Jahit / Tambal

Edit / jahit / tambal adalah proses menyatukan beberapa audio file dari choice / banks menjadi satu sesuai brief dari client. Proses editing juga diperlukan untuk menghapus suara-suara yang tidak diinginkan, seperti suara nafas, suara kesalahan baca naskah ketika rekaman, memotong noise, dll.

Mixing

Mixing adalah proses mengkombinasikan dua atau lebih jenis track suara dalam sebuah DAW untuk dapat terdengar lebih baik dan lebih nyaman. Khususnya dalam proses mixing produksi audio voice over, kita akan dihadapkan dengan beberapa jenis track audio, seperti track audio Voice over, track music, dan track sound effect. Beberapa tahapan yang perlu dilakukan adalah balancing dengan menggunakan leveling, dynamic based effect seperti equalizer, Dynamic Processor, dan proses penambahan time based effect seperti reverb, dan delay.

Balancing

Balancing adalah proses menata suara agar sebuah project audio tersebut dapat terdengar baik dan nyaman. Proses balancing dapat dilakukan melalui dua hal, yaitu level balancing dan juga dynamic range balancing.

Level Balancing

Level balancing adalah proses menata besar dan kecilnya besaran suara melalui fader gain / volume knob dari setiap channel track. Hal ini dilakukan untuk memberikan penempatan yang tepat dari setiap suara. Khususnya dalam proses balancing voice over, biasanya client menginginkan agar suara tidak terganggu oleh music dan sound effect yang ada.

Dynamic Range Balancing

Dynamic range balancing adalah proses menata besar kecilnya dinamika suara melalui dynamic based effect seperti equalizer dan dynamic processor. Hal ini ditujukan untuk menata dinamika suara menjadi lebih baik sehingga semua suara yang dihasilkan dapat terdengar dengan jelas. Pernahkah kamu membayangkan dalam satu naskah, ada bagian anda perlu berbisik, dan ada bagian anda perlu berteriak. Tentu dinamika suaranya menjadi sangat lebar. Itulah mengapa dynamic range balancing sangat dibutuhkan.

Dynamic Based Effect

Dynamic based effect adalah sebuah efek yang dipergunakan untuk melakukan proses balancing dinamika suara. Beberapa efek yang digunakan dalam proses penyamarataan dinamika suara ini adalah equalizer dan dynamic processor effect.

Equalizer (Eq)

Equalizer adalah alat yang dipergunakan untuk menata dinamika suara, khususnya untuk menata dan mewarnai frequency suara agar dapat didengar lebih nyaman. Proses penataan frequency suara biasa dilakukan dengan menggunakan surgery equalizer. Sedangkan proses pemberian warna suara biasa dilakukan dengan

Surgery Equalizer

Surgery equalizer adalah equalizer yang dipergunakan untuk memotong dan merapikan frequency dari suara yang direkam. Tak jarang kita merekam dalam kondisi ruangan yang kurang baik. Atau bahkan merekam dalam ruangan yang baik pun masih memiliki kemungkinan untuk merekam frequency suara yang tidak diinginkan. Sehingga proses pembenahan frequency agar suara dapat enak dan nyaman didengarkan perlu dilakukan.

Aesthetic Equalizer

Aesthetic equalizer adalah equalizer yang dipergunakan untuk memberikan warna tersendiri pada suara yang kita inginkan. Pemberian warna ini biasa digunakan untuk mendapatkan karakter vocal yang diinginkan agar bisa blend dengan source audio lainnya.

Dynamic Processor

Dynamic processor adalah alat yang dipergunakan untuk memproses dinamika suara, khususnya pada dinamika kekerasan suara dari setiap source. Dalam praktiknya, proses ini biasa digunakan untuk memperbesar suara berbisik, dan menurunkan suara berteriak agar dinamika suaranya tidak terlalu lebar dan lebih nyaman didengarkan. Beberapa alat yang biasa digunakan dalam dynamic processor adalah dynamic compressor dan juga noise gate.

Dyanamic Compressor

Dynamic compressor adalah alat yang dipergunakan untuk menata dinamika suara dengan cara memberi Batasan / threshold terendah dan tertinggi dalam satuan db. Dynamic compressor bekerja dengan memberikan penekanan pada dinamika suara melalui pemberian gain, melakukan pembatasan melalui threshold, dan juga mengatur seberapa cepat waktu attack dan release sebuah source audio, sehingga suara yang dihasilkan bisa sama rata dan nyaman didengarkan.

Noise Gate

Noise gate adalah alat yang dipergunakan untuk menata dinamika suara dengan cara memberi batasan terendah level kekerasan suara dalam satuan db. Dengan memberikan batasan terendah pada level tertentu pada sebuah signal audio, maka rentang dinamika suara yang paling rendah akan terpotong / tidak terdengar secara otomatis. Efek ini baik dipergunakan untuk memotong suara nafas secara otomatis.

Time Based Effect

Time based effect adalah sebuah efek audio yang berfungsi untuk memberikan efek estetika yang berada dalam ranah waktu sebuah audio. Beberapa efek yang biasa digunakan dalam time based effect ini adalah reverb effect dan delay effect.

Reverb Effect

Reverb effect adalah efek yang dipergunakan untuk menstimulasi dan mensimulasi gema suara. Khususnya dalam penggunaan voice over dan atau dalam pasca produksi film, efek ini biasanya dipergunakan untuk memberikan kesan kesesuaian ruang.

Delay Effect

Delay effect adalah efek yang dipergunakan untuk memberikan efek doubling pada sebuah sumber audio. Efek ini biasanya dipergunakan untuk memberikan efek penekanan. Dalam voice over efek ini jarang digunakan karena penggunaan yang berlebihan tentunya dapat mengganggu pesan dari naskah untuk bisa tersampaikan dengan baik

Mastering

Mastering adalah proses menyamaratakan output suara final sesuai dengan tujuan kanal distribusinya. Mastering dilakukan agar output suara yang dihasilkan mampu didengarkan melalui berbagai playback system dengan maksimal. 2 hal yang biasa dilakukan dalam proses mastering adalah melakukan glue compressing dan juga melakukan proses limiting.

Glue compressing

Glue compressor adalah sebuah efek yang masuk dalam kategori dynamic processor, yang mana penggunaan efek ini berfungsi untuk memberikan kesan blending dan merekatkan untuk keseluruhan signal audio.

Limiter

Limiter adalah sebuah dynamic processor dimana dengan memberikan efek ini maka kita memberikan batasan paling atas pada sebuah audio agar tidak melebih 0 dbfs (tidak distort / clip / peak). Tentunya limiter juga bisa dipergunakan untuk mengangkat level kekerasan suara paling rendah, sehingga rentang dinamika suara tidak terlalu lebar.

Raw Audio / Rough Audio

Raw / rough audio adalah audio hasil rekaman kita yang belum melalui proses editing, mixing, dan mastering.

Low Resolution Audio

Low resolution audio adalah sebuah file audio yang memiliki kualitas kurang baik dan kurang nyaman untuk didengarkan. Penerapannya dalam pengiriman file project voice over digunakan untuk mengirimkan file preview rekaman sebelum proses mixing dan mastering dilakukan. File ini dikirimkan kepada client dengan tujuan untuk memperhatikan jeda, intonasi, dan penyampaian dari voice over talent sehingga bila ditemukan ketidakcocokan maka client dapat mengajukan permintaan untuk revisi. Low resolution audio biasanya dikirimkan berformat .mp3 96kbps.

High Resolution Audio

High resolution audio adalah sebuah file audio yang telah melewati proses editing, mixing, dan mastering, dan dengan kualitas yang paling baik dan paling nyaman untuk didengarkan. Ini merupakan final delivery file yang sudah tidak lagi membutuhkan revisi. High resolution audio biasanya dikirimkan dengan format .wav 48/24

Preview File

Preview file adalah file audio yang dikirimkan kepada pengguna jasa voice over agar mereka dapat mendengarkan hasil rekaman kita dan mencatat notes revisi bila memang dibutuhkan. File ini biasanya berjenis low resolution karena revisi yang dilakukan biasanya merujuk hanya pada jeda, intonasi, dan penyampaian pesan dari voice over talent.

Final Delivery File

Final delivery file adalah file audio yang dikirimkan kepada client setelah mereka mendengarkan preview file dan sudah puas dengan hasil tersebut (tidak ada revisi lagi). Project yang sudah tidak direvisi harus melewati proses editing, mixing, dan mastering dan disesuaikan dengan kebutuhan client. Setelah proses tersebut selesai makan file high resolution ini siap untuk dikirimkan kepada client.

Term Teknis Voice Over

Di section ini, kita akan membahas penggunaan dari kata-kata yang bersifat teknis voice over yang biasa digunakan oleh voice over talent itu sendiri. Terms yang kami gunakan sudah kami filterisasi khususnya untuk penggunaan term teknis voice over di industri voice over Indonesia.

Voice Over

Voice over adalah sebuah variable dalam produk audio dan atau audio visual di mana seseorang yang berprofesi sebagai voice over talent membacakan naskah yang telah diberikan oleh klien. Naskah tersebut tentunya memiliki pesan yang penting untuk disampaikan dan tentunya memiliki tujuan-tujuan tertentu bagi target audiens yang mendengarkan. Voice over merupakan product turunan broadcasting, sehingga proses produksi dan pasca produksinya pun harus mengikuti kaidah-kaidah broadcasting yang berlaku.

Dubbing

Dubbing adalah proses mengubah suara dari sebuah produk audio visual yang sebelumnya telah tayang di lokasi tertentu. Proses ini lekat dengan proses melokalisasi sebuah produk audio visual agar produk tersebut dapat meraih target audiens / target market yang lebih tinggi. Kesulitan dalam melakukan proses ini adalah karena dubber dituntut untuk mampu lip sync. Sama seperti voice over, dubbing juga merupakan turunan dari broadcasting, sehingga proses produksi dan pasca produksinya pun harus mengikuti kaidah broadcasting yang berlaku.

ADR (Automated Dialogue Replacement)

Automated Dialogue Replacement (ADR) adalah proses mengganti dialog yang rusak dikarenakan perekaman suara di lapangan tidak dapat dilakukan dengan baik. ADR erat dengan proses produksi sebuah film, dimana produksi film biasanya menggunakan field recordist dan sound production mixer untuk merekam suara di lapangan.

Voice Over Talent

Voice over talent adalah profesi pembaca naskah voice over. Pembaca naskah voice over harus mampu untuk mengirimkan pesan yang tertuang dalam naskah voice over yang telah diproduksi oleh client.

Voice Director

Voice director adalah orang yang memberikan pengarahan mengenai cara membaca, intonasi, jeda pada sebuah naskah untuk voice over talent yang mana profesi ini ada dengan tujuan untuk memastikan pesan dari naskah bisa disampaikan oleh talent terpilih dengan tepat.

Dubber

Berbeda dengan voice over talent, dubber adalah profesi pengisi suara yang didasarkan pada lokalisasi naskah dari Bahasa lain. Dubber dituntut untuk mampu memerankan peran yang sudah ada, menirukan suaranya, dan dituntut untuk memiliki skill lip sync yang baik.

Sound Engineer

Sound engineer adalah profesi ahli dalam bidang audio, dimana orang yang menggunakan jasanya berharap untuk bisa terbantu dalam proses rekaman suara, editing, mixing, dan mastering.

Lip Flap

Lip flap adalah sebuah terminology dalam produk audio visual khususnya dalam produksi dubbing dimana mulut pemeran dalam video tidak bergerak, namun mengeluarkan suara.

Lip Sync

Lip sync adalah sebuah terminology dalam produk audio visual khususnya dalam produksi dubbing dimana mulut pemeran dalam video bergerak sesuai dengan audio yang ada.

Breath Control

Breath control adalah proses mengkontrol nafas ketika voice over talent, dubber, mc, atau pun bahkan penyanyi melakukan pekerjaannya. Khususnya dalam pekerjaan voice over, breath control sangat dibutuhkan agar proses pembacaan naskah dapat berjalan dengan lancar.

Character Breakdown

Character breakdown adalah proses pembedahan naskah untuk mengetahui siapa yang berbicara  / karakter dalam naskah, membagi jumlah character, sifat karakter, suara apa yang paling tepat untuk digunakan dan diperankan oleh karakter, dll.

Demo / Voice Reels

Demo / voice reels adalah kumpulan sample suara atau portfolio project yang pernah voice over talent buat yang dijadikan satu dalam sebuah file audio berdurasi cukup Panjang. Durasi voice reels biasanya antara 3 – 10 menit.

VO Guide

VO guide adalah referensi yang diberikan client kepada talent untuk menentukan speed, intonasi, dan cara membaca naskah yang diinginkan oleh client. VO guide bisa berupa suara client membacakan naskah ataupun berupa referensi voice over dari video yang merepresentasikan keinginan client di youtube ataupun kanal lain.

VO Sample / Dummy

VO sample / dummy adalah hasil rekaman suara talent membacakan beberapa line naskah yang diberikan client ketika pitching dan dibutuhkan audisi.

Brief

Brief adalah acuan dan arahan client mengenai bagaimana seharusnya voice over tersebut diproduksi dan dihasilkan. Brief bisa berupa keinginan tone, stressing diberbagai kata, speed yang diinginkan, dll.

Tone

Tone adalah warna suara. Khususnya dalam proses produksi voice over tone dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu tone formal, tone casual, tone semi formal, tone semi casual, dan grande.

Tone Formal

Tone formal adalah warna suara yang diinginkan oleh client untuk membacakan naskah yang sudah ditulis. Biasanya tone formal digunakan untuk naskah voice over seperti company profile, video ads, dll yang biasanya memiliki target market orang-orang berusia lanjut.

Tone Casual

Tone casual adalah warna suara “seperti anak muda” yang diinginkan oleh client untuk membacakan naskah yang telah ditulis. Biasanya tone casual digunakan untuk naskah voice over seperti iklan, baik iklan tv, radio, digital atau bahkan company profile yang menyasar target audiens anak muda.

Tone Semi Formal

Tone semi formal adalah warna suara yang formal namun ditargetkan untuk anak muda. Semi formal sering sekali didengarkan dalam product-product seperti iklan cosmetic, iklan detergen, atau product-product lainnya. Biasanya iklan ini dicirikan dengan naskah yang ditulis secara formal, dan nada yang digunakan untuk membaca adalah casual dengan stressing yang tidak terlalu tinggi.

Tone Semi Casual

Tone semi casual adalah warna suara yang casual namun di targetkan untuk target audiens anak muda dan lebih lanjut. Tone semi casual sering kali digunakan untuk pengenalan produk / company profile yang memiliki target audiens anak muda namun yang lebih formal.

Grande / Deep Tone

Grande adalah warna suara yang diinginkan oleh client untuk talent membacakan naskah yang telah ditulis denggan menggunakan suara yang dalam dan berwibawa. Biasanya suara ini digunakan untuk membacakan naskah company profile, atau iklan yang ditargetkan untuk membentuk persona laki-laki gagah dan perkasa.

Smiley Voice

Smiley voice adalah teknik membacakan naskah dengan menggunakan muka yang tersenyum. Smiley voice biasa dipergunakan untuk mendapatkan tone casual ataupun semi casual untuk mendapatkan suara fun, dan dinamis.

Mood

Mood adalah perasaan yang ingin diberikan oleh client melalui naskah yang telah ditulis baik itu perasaan sedih, perasaan Bahagia, perasaan menemukan jawaban, dll.

Dinamis

Dinamis adalah cara pembacaan naskah voice over yang diinginkan client dengan nada yang tidak monoton / flat. Biasanya client akan berkata semacam, “coba nadanya di naik turunin” dengan maksud untuk meminta cara pembacaan yang lebih dinamis.

Stressing

Stressing adalah proses memberikan penekanan pada naskah yang telah ditulis oleh client pada kata / phrase-phrase tertentu. Stressing biasanya digunakan untuk memberi penekanan pada nama brand / product, pesan utama yang akan disampaikan, nomer telepon, dll.

Humming

Humming adalah proses pemanasan yang dilakukan oleh voice over talent sebelum melakukan rekaman suara dengan cara menarik nafas panjang, dan menghembuskannya sembari bergumam “humm”. Hal ini biasanya digunakan agar talent dapat memiliki suara yang lebih low ketika melakukan perekaman suara.

Prompt

Prompt adalah satuan hitung naskah. Biasanya digunakan dalam project voice over seperti ivr, ataupun project-project game.

Text to Speech

Text to speech adalah alat yang dibuat menggunakan teknologi komputasi dan artificial intelligence yang dapat mengubah naskah tertulis menjadi sebuah audio file / suara yang berisi pembacaan dari naskah tersebut.

WPM (Word Per Minute)

WPM atau (Word per minute) adalah satuan hitung naskah ketika kita mengkonversi jumlah words naskah menjadi durasi baca. Biasanya wpm ini dihitung dengan menggunakan tools bernama WPM Calculator. Cara melakukan penghitungannya adalah membagi jumlah words dalam naskah dibagi 130, untuk mendapatkan total durasi dengan speed medium. Bila menggunakan speed lambat, bisa dibagi 100, bila speed cepat bisa dibagi dengan 150.