Updated: 20 Feb 2026     Author: Sasmitha     Comments: 0     English   |   Bahasa

Inavoice Dukung Inovator Muda: Cerita di Balik Tim Robotik Kawiswara

  1. Home
  2. CSR

Di era sekarang, teknologi bukan lagi sesuatu yang “jauh” dari kehidupan pelajar. Bahkan, siswa SMP pun sudah bisa merancang, memprogram, dan mengembangkan robot mereka sendiri. Tapi di balik semua itu, ada satu hal penting yang sering jadi pembeda: dukungan dari dunia industri.

Sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan, Inavoice hadir memberikan dukungan nyata melalui program CSR dengan menjadi sponsor kegiatan robotik yang dijalankan oleh para siswa. Dukungan ini bukan cuma soal pendanaan, tapi juga tentang membuka peluang, membangun kepercayaan diri, dan membantu generasi muda berkembang di bidang teknologi.

Tim yang merasakan langsung dampak dari dukungan ini adalah Tim Robotik Kawiswara dari Madrasah Technonatura Jogja. Tim ini terdiri dari siswa kelas 8 yang penuh semangat dan punya mimpi besar untuk bersaing di panggung robotik internasional.

Yuk, kita kenalan lebih dekat dengan perjalanan adik-adik berprestasi ini!

Kenalan dengan Tim Kawiswara: Tim Robotik SMP dengan Struktur Profesional

Tim Kawiswara adalah tim robotik yang baru terbentuk dua tahun lalu, tapi perkembangannya luar biasa cepat. Tim ini terdiri dari 10 siswa yang masing-masing punya peran spesifik, layaknya sebuah startup teknologi profesional.

Mereka nggak cuma fokus merakit robot, tapi juga dibagi ke dalam beberapa divisi, seperti:

  • Divisi Mekanik yang bertanggung jawab merakit dan mengembangkan struktur robot
  • Divisi Programmer yang bertugas untuk mengatur sistem dan fungsi robot melalui coding
  • Divisi Media yang ditugaskan untuk mendokumentasikan kegiatan, membuat konten, dan publikasi
  • Divisi Bisnis yang bertugas mencari sponsor, membangun relasi, dan memperkenalkan robotik ke masyarakat

Dengan pembagian seperti ini, siswa belajar bahwa robotik bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal kerja tim, komunikasi, branding, dan manajemen proyek. Ini penting banget, karena di dunia nyata, teknologi selalu melibatkan banyak aspek, bukan cuma coding.

Kompetisi FIRST Tech Challenge: Ajang Internasional yang Mengasah Skill dan Mental

Setiap tahun, Tim Kawiswara mengikuti kompetisi robotik internasional bernama FIRST Tech Challenge (FTC). Kompetisi ini diikuti oleh pelajar usia 11-17 tahun dari berbagai negara.

Setiap season, tantangannya berbeda.

Contohnya:

  • Tahun lalu: Robot harus bisa menggantung objek
  • Tahun ini: Robot harus bisa melempar bola ke target seperti permainan basket

Kompetisi ini nggak cuma menilai robotnya, tapi juga banyak aspek lain, seperti:

  • Engineering design dan dokumentasi
  • Presentasi tim
  • Outreach dan kontribusi ke komunitas
  • Kemampuan problem solving
  • Profesionalisme tim
  • Kerja sama dan komunikasi

Pada Februari 2026, Tim Kawiswara mengikuti FTC Regional Championship Nusantara di Depok. Hasilnya? Mereka berhasil meraih:

  • Peringkat 11 dari 34 tim
  • Connect Award, penghargaan untuk tim dengan kemampuan kolaborasi dan outreach terbaik

Ini pencapaian luar biasa, apalagi mengingat tim ini masih tergolong baru. Bahkan, mereka juga berhasil masuk babak playoff dan berkolaborasi dengan tim lain di semifinal.

Robot “Bona”: Simbol Awal Baru dan Semangat Inovasi

Robot yang mereka buat diberi nama “Bona”. Nama ini terinspirasi dari karakter gajah di majalah anak-anak, sekaligus punya makna filosofis: “awal mula”.

Robot Bona dirancang khusus untuk menghadapi tantangan FTC, dengan sistem mekanik dan program yang memungkinkan robot melempar bola secara akurat ke target.

Sebelum robot siap bertanding, prosesnya panjang banget, mulai dari:

  • Membuat sketsa desain
  • Mendesain model 2D dan 3D
  • Diskusi dengan mentor engineering
  • Merakit robot
  • Testing berulang kali
  • Evaluasi dan perbaikan

Robot ini bahkan baru benar-benar siap satu minggu sebelum kompetisi. Ini menunjukkan betapa kompleks dan seriusnya proses yang dijalani oleh para siswa SMP tersebut.

Peran Inavoice sebagai Sponsor: Bukan Sekadar Dukungan Finansial

Di sinilah peran CSR dari Inavoice menjadi sangat penting. Dukungan sponsorship dari Inavoice membantu tim Kawiswara dalam berbagai aspek, terutama di bidang mekanik dan pengembangan robot.

Beberapa dampak langsung dari dukungan ini antara lain:

  1. Membantu Penggantian dan Upgrade Komponen Robot

Robotik adalah bidang yang membutuhkan komponen khusus, dan banyak di antaranya tidak murah. Dengan dukungan sponsor, tim bisa:

  • Mengganti part robot yang rusak
  • Menambahkan komponen baru
  • Meng-upgrade performa robot

     2. Mendukung Kegiatan Outreach dan Edukasi Teknologi

Selain kompetisi, Tim Kawiswara juga aktif melakukan outreach, yaitu kegiatan edukasi robotik ke komunitas. Di season ini, mereka berhasil:

  • Terhubung dengan 26 tim robotik dari dalam dan luar negeri
  • Melakukan outreach ke 3 sekolah
  • Berkolaborasi mengajarkan robotik ke siswa SMA dan mahasiswa

Melalui kegiatan ini, semangat teknologi bisa tersebar ke lebih banyak siswa. Dukungan Inavoice membantu mendanai kegiatan ini, termasuk kebutuhan logistik dan edukasi.

   3. Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Profesionalisme Siswa

Dampak terbesar dari sponsorship ternyata bukan cuma soal teknologi, tapi juga mental siswa. Menurut mentor tim, dengan adanya sponsor ini, siswa merasa:

  • Lebih percaya diri
  • Lebih bangga dengan tim mereka
  • Lebih termotivasi untuk berkembang

Mereka juga belajar bagaimana bekerja secara profesional, karena mereka merasa dipercaya oleh sponsor. Ini pengalaman berharga yang nggak bisa didapat hanya dari kelas biasa.

Connect Award: Bukti Bahwa Kolaborasi Itu Kunci

Salah satu pencapaian paling membanggakan adalah Connect Award. Penghargaan ini diberikan kepada tim yang berhasil membangun koneksi dan kolaborasi dengan komunitas lain.

Di ajang ini, Tim Kawiswara berhasil:

  • Berkomunikasi dengan tim dari Indonesia, Malaysia, dan Russia
  • Melakukan diskusi teknis dan berbagi solusi
  • Belajar dari pengalaman tim lain

Sponsorship dari Inavoice juga membantu meningkatkan kredibilitas mereka di mata tim lain dan juri. Tim yang memiliki sponsor biasanya dianggap lebih profesional dan serius dalam pengembangan teknologi.

Dampak CSR Inavoice bagi Masa Depan Pendidikan Teknologi

Kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan punya dampak yang sangat besar. Dengan dukungan Inavoice ini, siswa bisa:

  • Mengembangkan teknologi dengan lebih optimal
  • Mendapat akses ke sumber daya yang lebih baik
  • Belajar bekerja secara profesional
  • Meningkatkan kepercayaan diri

Dukungan ini juga membantu membuka peluang bagi siswa untuk suatu hari nanti bersaing di tingkat dunia, termasuk FTC World Championship di Houston. Lebih dari itu, dukungan tersebut membantu menciptakan ekosistem teknologi yang sehat di kalangan pelajar.

Komitmen Inavoice: Mendukung Generasi Teknologi Masa Depan

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, Inavoice percaya bahwa masa depan dimulai dari pendidikan hari ini. Melalui program CSR dan sponsorship, Inavoice berkomitmen untuk:

  • Mendukung pendidikan berbasis teknologi
  • Membantu siswa mengembangkan potensi mereka
  • Mendorong inovasi sejak usia dini
  • Menjadi bagian dari perjalanan generasi inovator masa depan

Dukungan ini bukan hanya investasi untuk satu tim, tapi investasi untuk masa depan teknologi Indonesia. Dan, perjalanan Tim Kawiswara ini menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, siswa SMP pun bisa menciptakan teknologi yang luar biasa.

Dari kompetisi semacam ini, para siswa bukan hanya belajar tentang robot, melainkan juga tentang: 

  • Kerja keras,
  • kolaborasi,
  • problem solving,
  • profesionalisme,
  • dan percaya pada diri sendiri.

Ke depannya, Inavoice berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan berbasis teknologi agar semakin banyak generasi muda yang berani bermimpi, berinovasi, dan menciptakan perubahan. Karena masa depan teknologi Indonesia tidak lahir begitu saja. Ia dibangun dari dukungan, kesempatan, dan kepercayaan yang diberikan sejak dini.