19 Nov 2021     English   |   Bahasa

Cara Membentuk Personal Branding dan Menjual Musik Secara Online - Part 1

  1. Home
  2. Music Production Blog
Sebagai salah satu agensi yang bergerak di industri voice over Indonesia, Inavoice selalu berusaha untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan dunia voice over. Tidak hanya para voice over talent, tetapi juga pendukung ekosistem di industri tersebut. Salah satunya adalah music producer.
 
Henry Lennon
Co-Founder Inavoice
 
 
Membuat musik adalah salah satu pekerjaan (atau kegiatan?) paling populer di dunia. Orang-orang di seluruh dunia rata-rata mendengarkan musik selama 4 jam sehari dan para musisi seperti Beyonce dan The Beatles adalah beberapa selebritas paling terkenal di dunia.
 
Jelas, karena popularitas yang sangat tinggi, tentu menimbulkan persaingan yang sangat ketat di industri musik. Hal ini juga berpengaruh terhadap bagaimana musisi menghasilkan pendapatan melalui karyanya yang hari ini telah berubah dengan cepat melalui dominasi streaming online. Faktor-faktor tersebut dapat membuat ide mencari nafkah dengan musik akan tampak seperti mimpi yang tinggi, tetapi ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menghasilkan uang lewat karya musik.
 
Perlu banyak waktu, perencanaan yang matang, kerja keras, dan proses yang panjang jika kamu sudah berniat untuk menjual karya musikmu secara online dengan sukses, tidak pernah ada orang yang sukses dalam semalam. Tapi banyak pendengar dan klien di luar sana menunggu musik yang tepat untuk project mereka. Apa lagi yang kamu tunggu?
 

7 Langkah Sukses Menjual Music Secara Online

Index:

  1. Mempelajari Ide Soal Musik Sebagai Bisnis
  2. Kenali dan Pilih Genre Musik yang Spesifik
  3. Pilih Format dan Produk Musik yang Tepat
  4. Kemas Musikmu dengan Menarik
  5. Temukan Tempat Menjual Musik yang Cocok
  6. Lakukan Promosi
  7. Perencanaan Bisnis Musik

 

Sangat mudah untuk berhenti atau memutuskan untuk mundur saat akan memulai sesuatu karena ketakutan untuk mengubah sebuah hobi untuk menjadi sebuah bisnis. Yang kamu butuhkan adalah rencana dan tindakan yang jelas sehingga kamu akan terlalu sibuk berfokus pada perkembangan musik yang akan kamu jual untuk.
 
Di artikel ini Inavoice akan membahas cara menjual musik dengan cara yang sesuai dengan keterampilan dan kepribadian kamu. Kami juga akan coba membahas cara terbaik untuk menjual musik secara online dan cara mempromosikan bisnis musik baru milikmu.
 
Siap untuk memulai?

 

1. Mempelajari Ide Soal Musik Sebagai Bisnis

Mempelajari cara menjual musik secara online lebih penting dari sekadar apa yang akan kamu jual, itulah masalah utama yang harus dipecahkan. Sumber inspirasi terbaik untuk sebuah ide bisnis musik akan menjadi masalah yang sama dengan ketika kamu atau temanmu membuat komposisi musik.

Contohnya, Kamu mungkin memiliki teman yang hebat dalam menulis lirik tetapi kurang piawai dalam menulis nada dan memainkan instrumen. Di situ lah keahlianmu sebagai seorang pemain dan produser musik sangat diperlukan.

 

Sama halnya dengan contoh tersebut, keahlian untuk mencari inspirasi, baik melalui media sosial, jurnal populer, seminar, atau pun mentor dalam industri music business sangat penting agar kamu tidak kesusahan dan mendapatkan keyakinan ekstra ketika akan memulai terjun di dalam bisnis tersebut.

Di awal karir musik, penting buat kamu untuk memiliki lebih dari satu revenue stream. Sebagian besar musisi, bahkan beberapa artis rekaman favoritmu, tidak dapat mengandalkan label rekaman untuk membayar semua tagihan mereka. Diperlukan kreativitas ekstra untuk mencapai posisi di mana kamu bisa menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutupi semua pengeluaran. Tapi jangan lupa, ide soal bisnis musik yang sukses juga harus sesuai dengan kepribadian dan minat yang kamu inginkan.

*Pro tips: Pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin bisa membantu kamu untuk mempersempit ide soal bisnis musik:
  1. Apakah kamu lebih suka bekerja sendiri atau melakukan pekerjaan bersama orang lain?
  2. Apakah kamu ingin membangun sebuah brand sebagai performer dan produser musik atau tertarik untuk menggunakan pengetahuan tentang musik di industri lain?
  3. Apakah kamu berminat terhadap musik sebagai media untuk pendidikan?

 

2. Kenali Genre dan Pilih Niche Musik yang Spesifik

Ada begitu banyak genre musik di dunia ini. Setiap harinya ada ratusan jenis musik yang dibuat dan didengarkan, entah dari main genre seperti pop, rock, jazz atau turunan dari genre-genre tersebut seperti alternative, metal atau reggae sehingga akan sedikit sulit untuk memilih genre favorit.

Para pendengar sering kali memiliki selera eklektik dan sangat spesifik yang bisa menyulitkan saat kamu baru memulai. Bayangkan bagaimana sulitnya jika kamu sebagai seorang produser musik dipaksa untuk membuat segala jenis musik?
 
 
Itu lah pentingnya untuk tetap stay true dengan pilihan jenis musikmu sebagai produser. Ada banyak nilai yang akan kamu dapat ketika kamu bisa mempersempit fokus bermusikmu sejak dini, karena Jauh lebih mudah untuk membangun personal brand untuk diri sendiri atau merk yang kamu punya jika kamu bisa fokus pada niche tertentu. Jadi, ketika kamu memutuskan untuk mengambil niche “Hip-hop” kamu tidak hanya mengerjakan beat-beat untuk musik Hip-Hop secara spesifik, tapi bisa juga membuat musik dengan gaya Bounce atau Nerdcore dan turunan lainnya.
 
Seiring pertumbuhan personal brandmu, Kamu akan menemukan cara untuk memperluas penawaran ke dalam berbagai genre musik lain. Rooting karir musik di niche tertentu akan membantu kamu terhubung dengan pendengar inti dengan sangat cepat dan itu bisa menjadi modal utama kamu untuk mulai menjadikan musik sebagai bisnis.

 

3. Pilih Format dan Produk Musik yang Tepat

Sekarang setelah kamu sudah memiliki gagasan tentang jenis bisnis musik yang kamu inginkan dan genre musik apa yang akan kamu fokuskan, inilah saatnya untuk membuat produk yang akan kamu jual. Ada tiga kategori besar produk yang banyak dijual di dalam industri musik:

• Digital Products
• Physical Products
• Services

Digital products

Bicara soal menjual musik secara online, produk digital adalah cara paling efektif untuk mendapatkan penghasilan pasif dengan karya musik. Produk digital populer dalam musik meliputi:

• Samples and beats
• Sound effects
• Plugins or tools for musicians
• Individual tracks or albums
• Live performance recordings

 

Idealnya, kamu pasti ingin menawarkan musikmu dalam berbagai format. DRM protected AAC adalah opsi populer untuk sebagian besar unduhan musik, tetapi format yang dipilih nantinya bergantung pada permintaan pendengar dan klien yang disesuaikan dengan tempat menjual musikmu.
 
Beberapa format, seperti WAV, bagus untuk kualitas suara tetapi juga memiliki kendala di ukuran file yang besar. Jika kamu menjual musik melalui platform dengan bandwidth tidak terbatas, tentu ini bukan masalah, tetapi dapat memengaruhi berapa lama waktu yang dibutuhkan pelanggan untuk mengunduh file.

 

Physical products

Biasanya produk-produk fisik seperti CD, DVD atau merchandise seperti T-Shirt, stiker, pin enamel, gantungan kunci, dan poster adalah perpanjangan tangan dari penjualan produk digital. Selain memberikan keuntungan materi, barang-barang fisik tersebut juga bisa membangun hubungan yang lebih dekat antara musisi dengan para pendengar.

 

Services

Sebagian besar bisnis yang sukses adalah bisnis yang menawarkan layanan, dan layanan di dalam industri musik tidak jauh berbeda. Layanan yang dapat kamu tawarkan sebagai musisi dan produser musik meliputi:

• Kelas dan tutorial
• Live teaching sessions
• Instrument rental
• Instrument repair
• Music therapy sessions
• Music video direction

 

Saat mulai membuat produk, ada baiknya memulai dari hal yang kecil. Kamu bisa mencoba untuk membangun penawaran produk dari waktu ke waktu dengan memanfaatkan feedback dari para klien. Ini adalah strategi jangka panjang terbaik, terutama jika kamu memiliki anggaran promosi terbatas, karena kamu harus tahu bahwa setiap produk akan menjadi investasi untuk apa yang sudah diinginkan dan dibutuhkan oleh klienmu.
 
Begitu pula ketika kamu mengembangkan produk musik, pikirkan kualitas sbagai fokus utama, bukan kuantitas. Kebanyakan audiens tidak peduli peralatan apa yang digunakan atau seberapa besar studio musik kamu, jadi berinvestasilah pada alat yang fungsional dan bisa membantu kamu membuat musik dan produk musik yang berkualitas.
 
Di titik ini, wajar jika kamu mulai bertanya-tanya apakah kamu memerlukan pendidikan lanjutan atau sebuah kredensial dari industri musik? Kebanyakan orang lebih peduli tentang apa yang kamu buat daripada apa yang diperlukan untuk membuatnya. Lebih baik alihkan fokusmu kepada bagaimana mencari cara yang sesuai dengan dirimu untuk menciptakan produk hebat yang memenuhi kebutuhan para pelanggan.
 

4. Kemas Musikmu dengan Menarik

Kita semua sepakat bahwa industri musik adalah arena yang sangat kompetitif, jadi mau tidak mau brandmu sebagai seorang musisi atau musik-musik yang kamu ciptakan harus menonjol. Kemasan musik adalah cara audiens kamu akan mengingat brandmu, Jadi akan lebih baik kalau kamu mulai memikirkan detailnya.
 
 
Banyak cara untuk mengemas produk musikmu agar tampak keren dan menonjol, sehingga para klien bisa teratarik untuk setidaknya mendangarkan sample-sample yang sudah kamu buat. Salah satu yang bisa dilakukan adalah membuat cover atau artwork untuk menampilkan citra visual dari musik yang sudah dibuat.
 
Banyak musisi yang meminta bantuan dari teman-teman ilustrator dan fotografer untuk memberikan gambaran visual yang unik pada musik-musik mereka. Selain itu, kamu juga bisa membuat deskripsi atau caption yang ditulis dengan baik sebagai “kata pengantar”untuk musik yang kamu buat. Pertahankan keunikan tersebut sebagai cara kamu membangun citra untuk personal brand kamu sebagai pembuat musik yang profesional.
 

Di part kedua nanti akan kami ulas soal distribusi music secara online dan perkembangan audio marketplace Indonesia yang semakin banyak dilirik oleh para musisi dan music producer. Hal yang juga sedang kami bangun bersama sebagai wadah untuk para musisi berjualan karya mereka adalah Inavoice audio marketplace.

*Tulisan ini merupakan bagian pertama dari tulisan penuh berjudul Music Production 101: Cara Membentuk Personal Branding dan Menjual Musik Secara Online. Bagian kedua bisa dibaca di link berikut.