Updated: 17 Jul 2024     Author: Jatmiko Kresnatama     Comments: 0     English   |   Bahasa

Rekaman Voice Over Dalam Selimut, Emang Aman?

  1. Home
  2. Study Case
 
Table of Content
 
 
   Indah Hikma
   Writer Inavoice
 
Kalau kamu dengar tentang mitos voice over di luaran sana, pasti pernah tahu ‘kan kalau rekaman di bawah selimut bisa membuat hasil recording jadi jernih? Katanya selimut yang tebal bisa meredam suara, sehingga noise di sekitar juga tidak akan terdengar.
 
Dengan adanya mitos tersebut, nyatanya banyak juga lho yang mencoba rekaman di bawah selimut sebagai voice over hack untuk berbagai konten. Tetapi namanya mitos, ada yang benar dan ada yang sekadar katanya-katanya. Jadi perlu menghadirkan para ahli untuk membuktikan apakah rekaman dalam selimut aman.
 
Nah agar tidak menjadi sebuah mitos yang terus berkembang, dalam segmen Debunk The Myth bareng Inavoice kali ini akan menghadirkan salah satu professional voice over talent Avie Kusnadi dan sound engineer Wisnu P. Aditama untuk membuktikan kebenaran dari rekaman dalam selimut. Jadi penasaran ‘kan seperti apa? Yuk, langsung buktikan!
 
Tonton: Mending Sewa Studio Daripada Hasilnya Kayak Gini! || REKAMAN DALAM SELIMUT, EMANG AMAN?!!
 

Kenalan dulu dengan Avie Kusnadi

Sebelum ke pembuktian, ada baiknya untuk berkenalan dulu dengan voice over talent Inavoice yang berasal dari Yogyakarta satu ini. Yup, namanya Avie Kusnadi. Ia sudah berkecimpung di dunia rekaman suara selama belasan tahun, dengan mengawali karir sebagai penyiar radio.
 
Dulunya sebagai penyiar radio, Avie Kusnadi juga kerap mengerjakan tugas-tugas lain seperti misalnya mengisi suara untuk iklan-iklan lokal hingga sandiwara radio yang booming pada saat itu. Dari sana, ia mulai mengeksplorasi berbagai tipe suara dan inilah titik dimana Avie mengenal industri voice over.
 
Avie yang kerap mengisi berbagai macam karakter serta episode sandiwara radio, akhirnya membuat audiens mulai mengenal tipe suaranya hingga menjadi populer. Perkembangan karir profesional yang dialami olehnya lantas semakin naik ketika beberapa production house mulai meminta kontrak kerja sama untuk mengisi suara film dokumenter.
 
Saat ini Avie Kusnadi telah menjadi seorang senior broadcaster radio, TV, MC, moderator, professional voice over talent yang paling populer hingga mentor public speaking. Dengan jam terbang yang tinggi dalam bidang rekaman, tentu saja Avie memahami betul kondisi dalam ruang recording, teknik yang digunakan sampai pada perangkatnya. Oleh sebab itu, Inavoice menggaetnya untuk membuktikan mitos di balik rekaman dalam selimut.
 

Proses pembuktian rekaman dalam selimut

Anggap saja rekaman dalam selimut kali ini untuk project klien, hanya saja dilakukan di tempat yang berbeda. Dengan demikian Inavoice tetap akan menggunakan microphone Samson CO3 yang biasanya digunakan dalam vocal booth. Sebagai pembanding untuk hasilnya nanti, kami juga akan melakukan rekaman di dalam ruang kedap suara.
 
Posisi selimut dibuat sedemikian rupa hingga membentuk ruang kecil di dalamnya lengkap dengan microphone. Kemudian professional voice over talent mulai membacakan skrip iklan milik klien. Setelah itu, Avie Kusnadi juga turut membacakan skrip di dalam vocal booth dengan perlengkapan recording lengkap serta proses yang semestinya. Bagaimana hasilnya?
 

Apa kata Avie Kusnadi tentang hasil rekaman dalam selimut?

Rekaman dalam selimut memang terdengar aneh ya, tetapi informasi ini seringkali seliweran. Avie Kusnadi pun mengaku kalau cara tersebut agak di luar nalar karena sebelumnya ia terbiasa melakukan rekaman di dalam vocal booth atau ruangan tertutup.
 
Selama proses rekaman dalam selimut, Avie membacakan skrip secara hati-hati sesuai dengan intonasi dan nada yang sama dengan di vocal booth. Meski semua sisi-sisinya telah ditutup dalam selimut dan lingkungan di sekitar tidak berisik namun ia merasa masih kurang maksimal. Hal ini juga disebabkan oleh kurangnya perangkat-perangkat yang memaksimalkan untuk mengontrol suara.
 
Dari segi kenyamanan, Avie merasakan ketidaknyamanan selama rekaman di bawah selimut, sehingga mempengaruhi mood. Kemudian voice over talent juga tidak bisa mengontrol apakah nada bicara serta volume sudah pas atau belum karena tidak adanya headphone dan perangkat pendukung lainnya.
 
Bayangkan saja, dengan alat sekadarnya, selimut yang dibentangkan lalu disanggah tiang-tiang microphone, hingga akhirnya menyisakan ruangan kecil sesak di dalamnya. Tentu saja kondisi ini berisiko menciptakan ruangan pengap yang mengganggu kenyamanan voice over talent atau bisa jadi selimut yang tiba-tiba saja roboh. Alhasil hasil rekaman menjadi buruk, lebih parahnya ‘nggak jadi rekaman’.
 
Kesimpulan dari Avie, rekaman dalam selimut sama sekali tidak membuatnya nyaman dari segi tempat. Di sisi lain juga kurangnya perangkat, sehingga membuat ia tidak bisa melakukan kontrol nada, suara serta volume. Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan ketika proses recording di vocal booth yang sudah pasti membuatnya leluasa berekspresi tanpa harus takut losing control.
 

Apa kata sound engineer tentang hasil rekaman dalam selimut?

Berbeda dengan point of view Avie Kusnadi sebagai voice over talent, sound engineer melihat sebuah hasil recording dari sisi mana yang lebih noise antara rekaman di dalam selimut atau vocal booth. Kali ini Wisnu P. Aditama akan menjelaskan tentang perbandingan hasil recording di dua tempat yang berbeda itu.
 
Setelah mendengarkan hasilnya, Wisnu menyimpulkan bahwa rekaman di dalam ruangan, alat dan peredam seadanya seperti selimut atau bantal memang bisa mengurangi noise yang masuk. Namun tetap saja memiliki kekurangan, seperti suara yang terkesan bindeng serta frekuensi yang terpotong. Alih-alih menghasilkan suara bulat yang utuh, justru membuat hasil suara seperti kurang utuh dari segi frekuensi.
 
Berbanding terbalik dengan rekaman di dalam studio, dengan didukung oleh perangkat profesional dan ditangani oleh engineer berpengalaman, hasil recording lebih bagus dan jernih. Di samping itu, faktor pendukung lainnya yakni ruangan yang sudah di treatment dengan baik, sehingga output yang dihasilkan juga sebanding.
 
Dalam akhir pernyataannya, Wisnu menerangkan bahwa rekaman dalam studio menghasilkan suara yang jauh lebih bagus. Hal ini tidak bisa dibandingkan dengan hasil recording di bawah selimut yang alakadarnya saja. Dari segi tempat, treatment, dan perangkat di antara keduanya pun sangat jauh berbeda.
 
Jadi merujuk dari kedua hasil recording di atas, untuk teman-teman voice over talent atau klien lebih baik menggunakan studio rekaman agar hasil produk bagus ketika ditayangkan secara luas. Di sisi lain, rekaman di studio juga memberikan kesan profesional serta worth it to listen untuk pendengar.
 
Sekarang sudah mengerti ‘kan perbedaan hasil rekaman di bawah selimut yang dikomparasikan dengan di studio rekaman? Jawabannya bisa dipastikan kalau ‘Mitos Rekaman di Bawah Selimut Aman’ adalah INVALID atau sama sekali tidak benar. Kamu berhak menikmati hasil rekaman yang jernih dan bagus karena You Deserve Better. Segera hubungi Inavoice untuk pengalaman recording terbaik!