Sebagai seorang pengisi suara, kamu diharuskan mempunyai suara yang bagus. Salah satunya adalah tidak boleh medok. Memang, apa yang terjadi kalau suara Voice Over talent terdengar medok? Apakah benar bahwa hasil rekaman suara medok akan terdengar kurang bagus dalam rekaman voice over?
Pertanyaan-pertanyaan itu menjadikan Inavoice tertarik untuk mencari tahu benar atau tidaknya mitos yang satu ini. Karenanya, kami ajak kamu untuk membuktikannya di sini bersama salah satu voice actor Inavoice yang memang dikenal jago dalam membaca naskah menggunakan dialek (logat) Jawa dan tanpa dialek. Siapa dia?
Denta Aditya merupakan VO talent Inavoice yang juga menggeluti pekerjaan sebagai MC (Master of Ceremony). Tak hanya itu, Denta juga bekerja sebagai tim marketing di salah satu perusahaan coklat di Yogyakarta.
Denta mengenal voice over saat dulu dirinya bekerja sebagai penyiar radio. Ngobrol, bercerita, dan take untuk iklan menjadi jobdesk utamanya ketika bekerja di sana. Pengalamannya itulah yang membawa Denta masuk ke industri voice over sejak tahun 2010.
Namun, dia baru benar-benar memutuskan menjadi pengisi suara profesional pada 2016/2017 silam. Lalu di beberapa tahun terakhir ini, Denta berkenalan dengan tim Inavoice dan menjadi salah satu talent kami.
Denta mengatakan sejak dirinya menggeluti profesi voice actor, dia sering bertemu dengan orang-orang di balik pembuatan rekaman suara. Dari situ, dia menjadi lebih mengetahui tentang seberapa kerasnya usaha para tim di balik sebuah rekaman voice over untuk bisa menghasilkan audio yang bagus.
Berbekal skill voice over-nya itu, Denta telah dipercaya untuk mengisi voice over dari berbagai brand ternama seperti Kapal Api, Pizza Hut, dan Lego. Dia juga pernah mengerjakan proyek audiobook yang cukup panjang bersama Noice dan Inavoice.
Di game ini, Inavoice meminta Denta untuk membacakan sebuah naskah dengan dua gaya berbeda, yaitu dengan menggunakan dialek Jawa dan tanpa menggunakan dialek. Kemudian, dua hasil rekaman voice over tersebut kami berikan kepada dua orang tim Inavoice, yaitu admin dan brand marketing dari Inavoice. Keduanya diminta untuk memberikan penilaian terhadap hasil rekaman tersebut. Bagaimana pendapat mereka?
“Apa perbedaan dari dua hasil rekaman tersebut?”
“Dari dua hasil rekaman itu, mana yang kamu pilih?”
Jadi, dua orang dari tim Inavoice berpendapat bahwa mereka lebih menyukai suara tanpa dialek. Alasan utama mereka karena suara dari VO talent yang tidak menggunakan dialek lebih bisa menjangkau banyak target audiens. Sedangkan, VO dengan dialek terdengar kurang fleksibel karena hanya terdengar bagus untuk orang-orang dari daerah tertentu saja.
Hanya saja, ada sebuah pesan penting yang harus dipahami oleh para voice actor. Menggunakan logat atau tidak menggunakan logat tergantung dari naskah yang ditulis dan target audiens yang akan mendengarkan voice over tersebut.
Jika segmentasinya sudah tepat dan target audiens memang membutuhkan VO dengan penekanan logat daerah, maka sah-sah saja untuk menggunakan suara dengan dialek tertentu. Inavoice juga pernah mengerjakan proyek voice over dengan dialek daerah tertentu. Proyek itu mengharuskan kami untuk mengerjakan audiobook berbahasa Lampung. Saat itu, klien yang memberikan kami proyek tersebut adalah sebuah penerbit buku terkenal di Indonesia.
Meskipun klien tersebut adalah perusahaan penerbitan terkenal di Indonesia, tetapi Inavoice diminta untuk mengerjakan proyek voice over berbahasa Lampung, yang tentunya membutuhkan dialek Lampung yang kental. Nah, untuk kasus seperti ini, tak ada salahnya membaca naskah dengan logat daerah tertentu. Lagi-lagi, itu tergantung dari siapa target audiens dari voice over tersebut.
Jadi, tidak ada yang salah dengan penggunaan logat daerah. Namun, jika memang tujuanmu adalah untuk memperdengarkan voice over ke seluruh orang di Indonesia, akan lebih baik jika kamu menggunakan suara tanpa logat saat membacakan naskah VO. Hal ini akan menjadikan orang yang mendengarkan lebih memahami maksud dari voice over tersebut.
Nah, supaya target audiens yang mendengarkan voice over-mu itu merasa lebih nyaman, kamu juga perlu memberikan kualitas audio yang bagus untuk mereka. Entah dengan menggunakan dialek ataupun tanpa dialek, pastikan bahwa kualitas rekaman VO tersebut benar-benar bagus. Karena itulah, kamu membutuhkan studio rekaman voice over profesional dan di sinilah Inavoice hadir untuk kamu!
Dengan studio rekaman proper, alat-alat rekaman berkualitas, dan tim profesional yang berpengalaman, kamu bisa melakukan proses rekaman yang mudah di Inavoice. Hasilnya? Tentu jangan diragukan lagi.
Masih ragu? Coba buktikan sendiri dengan merekam suaramu di studio kami! Karena kami percaya bahwa YOU DESERVE BETTER, kami memberikanmu kemudahan dalam menghasilkan rekaman voice over berkualitas tinggi. Kamu hanya perlu datang, melakukan rekaman suara, dan biarkan kami yang mengurus sisanya!