
Kadang kita sudah berusaha profesional, tapi tetap saja ada momen di mana klien bikin kita garuk kepala. Alasannya simpel: setiap orang punya personality yang beda-beda. Dan kalau kamu kerja sebagai voice over talent, kamu pasti bakal ketemu banyak banget tipe klien voice over dengan karakter yang unik.
Tapi, jangan khawatir! Inavoice bakal bantu kamu mengenali beberapa tipe klien yang sering muncul di dunia voice over, lengkap dengan jurus ampuh buat ngadepinnya.
Yuk, sambil baca, sambil siapin catatan biar kamu gak salah langkah pas dapet klien dengan “kepribadian” yang beda-beda!

Tipe pertama ini bisa dibilang cepat, tepat, dan gak mau ribet. Klien tipe Woosh maunya semua serba instan, mulai dari proses briefing, revisi, sampai hasil akhir, semua harus cepat. Buat mereka, “waktu adalah uang.”
Biasanya, klien Woosh punya project dengan deadline mepet. Jadi, mereka gak punya waktu buat basa-basi atau diskusi panjang lebar. Tapi di sisi lain, mereka jarang banget rewel soal budget. Selama kamu bisa kerja cepat dan hasilnya sesuai ekspektasi, mereka akan puas, bahkan bisa balik lagi di project berikutnya.
Kelebihan lainnya, mereka juga sering banget ngasih brief yang super jelas. Jadi, kamu gak perlu menebak-nebak apa yang mereka mau. Semua sudah tertulis rapi dan padat, tujuannya ya cuma satu: biar project cepet kelar!
Jurus Menghadapi Si Woosh:
Fun fact-nya, kalau kamu bisa kasih hasil bagus tanpa drama revisi, klien Woosh bisa jadi salah satu pelanggan paling loyal, lho!

Nah, kalau yang satu ini kebalikannya si Woosh. Tipe Kolaborator termasuk klien yang paling “enak” buat diajak kerja bareng. Mereka terbuka dengan ide-ide baru, suka brainstorming bareng voice actor, dan gak segan ngasih pujian kalau kamu punya ide yang out of the box.
Mereka memandang project sebagai kerja tim, bukan sekadar klien dan vendor. Makanya, kalau kamu punya ide kreatif atau ingin coba take dengan gaya berbeda, mereka justru akan senang banget.
Dan satu lagi, klien tipe ini punya potensi besar jadi repeat client. Karena mereka menghargai proses kolaborasi, hubungan baik dengan talent adalah nilai penting buat mereka.
Jurus Menghadapi Si Kolaborator:
Dengan si Kolaborator, kuncinya bukan cuma hasil akhir, tapi proses kerjasama yang menyenangkan.

Oke, siap-siap, karena tipe ini agak menguji kesabaran. Tipe Birokrat biasanya datang dari instansi besar, lembaga, atau perusahaan yang punya sistem berlapis. Jadi setiap keputusan harus lewat beberapa tahap persetujuan. Dan hasilnya... semua proses jadi agak molor.
Kalau kerja bareng klien ini, kamu akan sering dengar kalimat:
“Oke, nanti kami diskusikan dulu ya dengan tim.”
“Kami tunggu feedback dari atasan dulu.”
Tapi, itu bukan karena mereka gak niat kerja, hanya saja memang proses internalnya rumit. Seringnya, mereka terjebak dalam sistem persetujuan yang panjang.
Kalau kamu gak sabar, bisa-bisa malah ke-trigger dan bikin hubungan kerja jadi renggang. Padahal, klien Birokrat ini juga potensial banget buat kerja jangka panjang karena biasanya mereka punya banyak project sepanjang tahun!
Jurus Menghadapi Si Birokrat:
Tipe Birokrat memang agak lambat, tapi sebenarnya mereka sangat menghargai ketelitian dan profesionalitas.

Nah, ini dia tipe klien voice over yang sering bikin pengisi suara ngelus dada tapi sekaligus respect juga. Si Perfeksionis ini punya standar tinggi banget. Mereka bisa minta revisi hanya karena hal sepele. Tapi, di sisi lain, hasil akhirnya pasti luar biasa rapi.
Si Perfeksionis biasanya tahu banget apa yang mereka mau. Mereka ngasih brief super detail, revisinya spesifik, dan kadang disertai contoh referensi. Jadi, kamu gak perlu menebak-nebak. Hanya saja, kamu harus siap kalau revisinya bisa sampai versi 5.0.
Memang, tipe ini sedikit bikin deg-degan. Tapi percayalah, kalau kamu bisa bikin mereka puas, mereka bakal jadi pelanggan paling loyal dan paling memuji hasil kerja kamu.
Jurus Menghadapi Si Perfeksionis:
Meskipun agak bikin gak tenang, tapi si Perfeksionis ini bisa jadi klien impian kalau kamu bisa match dengan energi mereka.
Setiap klien punya “warna” dan ritme kerjanya masing-masing. Ada yang cepat kayak kilat, ada yang santai tapi komunikatif, ada juga yang super detail sampai ke titik dan koma. Semua tipe itu pasti punya tantangannya, tapi juga peluangnya sendiri.
Intinya, kamu gak bisa pakai cara yang sama buat semua klien. Kamu harus belajar membaca karakter mereka dan cari pendekatan yang paling tepat. Kadang kamu harus cepat kayak Woosh, kadang kamu harus fleksibel kayak Kolaborator, kadang juga butuh kesabaran ekstra buat ngadepin Birokrat dan Perfeksionis.
Tapi, satu hal yang paling penting: Tetap ramah, sabar, dan profesional. Karena klien yang merasa nyaman dan dihargai bakal lebih mudah balik lagi. Mereka gak cuma cari hasil bagus, tapi juga pengalaman kerja yang menyenangkan.
Ingat, dunia voice over itu luas banget dan kemampuan beradaptasi adalah senjata utama para pengisi suara! Dengan memahami tipe-tipe klien dan cara menghadapinya, kamu bisa kerja lebih tenang, berkomunikasi dengan lancar, dan hasil akhirnya pun lebih memuaskan.
Kalau kamu ingin tahu lebih banyak info dan tips seputar dunia voice over seperti ini, jangan lupa follow Instagram dan YouTube Inavoice, ya. Always remember, you deserve better!
