Updated: 20 Apr 2026     Author: Jatmiko Kresnatama     Comments: 0     English   |   Bahasa

Lisensi dan Rate Voice Over Talent: Apa Hubungannya?

  1. Home
  2. Voice Over Blog
 
Beberapa waktu lalu, Inavoice mendapatkan banyak komentar ngenes dari para voice actor tentang “project di-cancel, tetapi tayang di sosmed.” Ternyata, banyak pengisi suara yang ‘dicurangi’ oleh klien. Karena itu, sebagai seorang Voice Over talent, kamu perlu mengetahui tentang lisensi.
 
Lisensi tersebut berkaitan dengan rate yang kamu ajukan ke klien. Jadi, lisensi ini berperan penting dalam karir seorang pengisi suara. Agar kamu tidak bingung, di sini Inavoice berikan penjelasannya sedetail mungkin. 
 

Apa Itu Lisensi dalam Industri Voice Over?

Dalam industri voice over, lisensi (license) merupakan izin resmi dari VO talent kepada klien. Dengan adanya lisensi di industri voice over ini, pengisi suara memberikan izin kepada klien untuk menggunakan rekaman suaranya dalam konteks tertentu. Jadi, lisensi berkaitan dengan hak penggunaan rekaman suara yang mencakup aspek-aspek:
 
 
  • Durasi Pemakaian: Lisensi menentukan seberapa lama klien boleh menggunakan rekaman voice over-mu. Durasi tersebut bisa bervariasi, mulai dari hitungan bulan hingga tahunan. Semuanya tergantung dari kesepakatan dengan klien.
  • Wilayah Penggunaan: Lisensi juga mengatur di mana saja rekaman suara itu boleh digunakan. Misalnya, kamu hanya mengizinkan klien untuk menggunakan rekaman suara di wilayah tertentu, entah itu lingkup nasional ataupun internasional. Semakin luas cakupan wilayah, biayanya juga akan semakin tinggi.
  • Jenis Media (Platform): Lisensi juga mencakup platform atau media yang akan digunakan klien untuk menyebarkan rekaman suara itu seperti radio, TV, iklan digital, media sosial, dan podcast. Jika rekaman voice over akan disebarkan ke banyak platform, maka rate-mu harusnya juga lebih tinggi.
  • Hak Eksklusif dan Non-Eksklusif: Maksud dari lisensi eksklusif adalah hanya klien yang dapat menggunakan rekaman suara tersebut. Sementara itu, lisensi non-eksklusif memperbolehkan klien dan voice actor untuk sama-sama menggunakan rekaman suara itu. Pada lisensi non-eksklusif, VO talent diperbolehkan menggunakan hasil rekaman suara yang sama untuk proyek lain.
  • Lisensi Pembaruan Otomatis (Renewable License): Pada beberapa kasus, klien dapat memperbarui lisensi secara otomatis setelah periode berakhir. Tentunya, dibutuhkan tambahan biaya untuk pembaruan tersebut. Ini hanya bisa dilakukan jika klien ingin proyek itu terus berlanjut dan mereka masih membutuhkan rekaman suara yang sama.
  • Lisensi Buyout (Pembelian Penuh): Dalam lisensi ini, klien membayar VO talent di awal untuk mendapatkan hak penggunaan rekaman suara tanpa batasan waktu atau batasan media. Setelah membayar, klien bisa mendapatkan hak penuh atas rekaman suara tersebut dan voice actor tidak menerima royalti di kemudian hari.
 
Jadi, lisensi ini sangat penting untuk memastikan bahwa rekaman suaramu tidak dipergunakan untuk kepentingan lain tanpa seizinmu. Lisensi dapat melindungi hak pengisi suara dan memastikan klien mempunyai hak legal atas rekaman VO tersebut. Karenanya, lisensi harus disepakati oleh klien dan si pengisi suara. Sebagai pengisi suara, kamu juga harus benar-benar membaca kontrak dengan klien agar tidak terjadi kesalahpahaman di masa mendatang.
 

Bagaimana Peran Lisensi dalam Menentukan Rate Voice Over Talent?

Setelah memahami pengertian lisensi voice over dan jenis-jenisnya tersebut, tentu sekarang kamu sudah paham betapa pentingnya license tersebut untuk proyek rekaman suaramu, kan? 
 
Lisensi memainkan peran kunci dalam menentukan rate seorang pengisi suara karena durasi, wilayah, media, dan faktor-faktor lain menjadi penentu tinggi atau rendahnya rate yang ditawarkan kepada klien.
 
 
Jadi, sebaiknya kamu benar-benar memahami proyek rekaman suara tersebut agar bisa menentukan rate yang tepat. Bagaimana jika klien tidak memberikan informasi lebih terkait proyek itu? Kamu harus jadi pihak yang aktif bertanya sebab ini adalah hal krusial untuk menentukan tarif dari jasa voice over-mu. Tentu kamu tidak ingin jadi pihak yang dirugikan dalam proyek tersebut, kan?
 

Faktor-Faktor Penting dalam Menghitung Rate Voice Over Talent

Rate jadi sesuatu yang penting bagi seorang pengisi suara. Jadi, kamu tidak boleh asal-asalan dalam menghitung rate-mu, ya. Karena itu, perhatikan aspek-aspek ini dalam menghitung rate voice over:
 
  • Durasi Rekaman: Panjang naskah atau durasi rekaman jadi faktor utama dalam menentukan rate. Semakin panjang naskah, tentu butuh waktu dan usaha yang lebih untuk merekamnya. Karena itu, rate-nya juga akan lebih tinggi. Biasanya, talent menawarkan rate berdasarkan jumlah kata, jumlah halaman script, atau durasi rekaman (per menit atau per jam).
  • Jenis Proyek: Rate seorang voice actor juga dapat dipengaruhi oleh jenis proyek. Misalnya, proyek VO untuk iklan komersial biasanya mempunyai rate yang lebih tinggi dibandingkan proyek untuk video internal. Kenapa? Itu karena pengisi suara harus menyesuaikan karakter suara dengan target audiens yang lebih besar dan hal itu membutuhkan effort yang cukup besar pula.
  • Revisi: Talent juga perlu menentukan batasan jumlah revisi. Jika klien meminta banyak revisi, maka berikan rate yang tinggi karena melakukan revisi juga butuh tenaga, kan?
  • Waktu Penyelesaian (Turnaround Time): Jika klien meminta rekaman suara diselesaikan dalam waktu cepat, maka mintalah biaya tambahan untuk mempercepat proses. Proyek mendesak menjadi prioritas sehingga menambah beban kerja voice actor dan hal tersebut tentu mempengaruhi rate.
  • Durasi Lisensi: Bukan hanya durasi rekaman, durasi lisensi juga berpengaruh pada rate. Lisensi jangka pendek (3-6 bulan) biasanya lebih murah dibandingkan lisensi jangka panjang (1 tahun atau lebih). Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penggunaan yang berkelanjutan dari lisensi juga akan meningkatkan rate.

 

Hindari Ini Ketika Menetapkan Rate Berdasarkan Lisensi!

Agar kamu tidak dicurangi oleh klien dan menjadi pihak yang dirugikan, kamu perlu menghindari hal-hal ini dalam menetapkan rate berdasarkan lisensi:
 
  • Tidak jelas dalam menetapkan durasi.
  • Mengabaikan cakupan wilayah penggunaan rekaman suara.
  • Tidak memperhitungkan eksklusivitas. Jika kamu tidak menetapkan rate tinggi untuk lisensi eksklusif, kamu akan kehilangan potensi pendapatan yang lebih tinggi di proyek lain.
  • Tidak menanyakan jenis media atau platform yang akan digunakan klien untuk menyebarkan rekaman suara. Jika klien menggunakan beberapa platform sekaligus, jangan beri rate seragam untuk semua platform. Berikan rate yang mencerminkan nilai media di mana rekamanmu akan digunakan.
  • Tidak memasukkan opsi perpanjangan lisensi. 

  • Mengabaikan jenis proyek dalam menentukan rate. Padahal, VO untuk iklan komersial, internal, atau audiobook mempunyai rate yang berbeda. Jadi, sesuaikan rate dengan jenis proyek dan potensi eksposurnya.
  • Tidak mencantumkan batasan penggunaan lisensi dengan jelas.
  • Tidak mempertimbangkan kenaikan rate untuk lisensi jangka panjang.
  • Kurang transparan dan tidak aktif dalam mengkomunikasikan rate dan lisensi kepada klien.
 
Pastikan kamu juga mempertimbangkan keahlian dan pengalamanmu sebagai talent. Jika skill dan pengalamanmu memang mumpuni, kamu juga perlu memasang rate tinggi. 

Karena You Deserve Better, mulai sekarang mulailah untuk lebih jeli dalam menilai sebuah proyek agar klien tidak seenaknya mengambil keuntungan darimu. Proyek voice over seharusnya menjadi win-win solution untuk klien dan pengisi suara, sehingga keduanya juga harus sama-sama diuntungkan. Meskipun nantinya rate yang kamu tawarkan terbilang cukup tinggi, tetapi pastikan rate itu sesuai dengan kualitas suara yang kamu berikan kepada klien.