Updated: 14 Sep 2021     Author: Jatmiko Kresnatama     Comments: 0     English   |   Bahasa

4 Microphone Terbaik Untuk Voice-Over Tahun 2021

  1. Home
  2. Voice Over Blog

Mencari microphone yang terbaik untuk perekaman Voice-Over merupakan kewajiban pelaku industri Voice-Over Indonesia. Bermula dari pertanyaan seorang talent Voice-Over yang berkunjung ke studio mengenai apa microphone terbaik untuk Voice-Over, maka kami coba merangkum microphone terbaik menurut versi Inavoice.com di tahun 2021. Baca artikel ini sampai habis ya, biar kamu tau, gimana sih tips memilih alat untuk merekam Voice Over, khususnya memilih microphone yang baik.

Table Of Content

1. Dynamic Microphone VS Condenser Microphone

2. Pilih Cardioid Microphone

3. 4 Pilihan Microphone Terbaik Untuk Merekam Voice Over

4. Kesimpulan

Bermula dari sebuah pertanyaan yang di ajukan oleh talent Inavoice (mba Afni) saat berkunjung ke studio, kami menemukan fakta bahwa masih banyak Voice Actor yang bingung mengenai microphone apa yang paling tepat untuk digunakan merkeam Voice-Over.

Mbak Afni kemudian menceritakan bahwa masih banyak talent Voice-Over yang terjebak dalam pemahaman bahwa semua microphone dapat digunakan untuk merekam suara dengan baik.

Anggapan ini tidak salah, namun juga tidak dapat dengan mudah dibenarkan. Semua microphone memang dapat digunakan untuk merekam suara karena microphone merupakan transducer. Tapi apakah semua microphone cocok digunakan untuk merekam project Voice-Over?

Kami dapat menjawab bahwa, tentu tidak semua microphone dapat digunakan untuk merekam Voice-Over dengan baik. Microphone yang baik untuk merekam Voice-Over adalah microphone dengan kondisi tertentu, dan memiliki karakteristik tertentu.

Kami telah menulis blog Tips Memilih Alat Untuk Merekam Voice Over, melalui blog tersebut kami menyampaikan bahwa untuk merekam suara tidak hanya microphone yang baik saja yang digunakan, namun harus ditunjang oleh berbagai macam peralatan lain.

Salah satu peralatan yang paling utama tentunya adalah microphone, dan memilih microphone yang tepat merupakan hal yang sulit karena harus ditentukan oleh berbagai kategori. Mari kita bahas jenis microphone yang paling tepat untuk merekam voice over :

Dynamic Microphone VS Condenser Microphone

Tidak hanya dikalangan pemula voice over yang baru saja memulai karir, namun pertanyaan ini sering ditanyakan oleh para voice over talent senior. Pertanyaan tersebut adalah, mana yang lebih baik, mikrofon dynamic atau mikrofon condenser?

Untuk menjawab pertanyaan ini, maka kita tidak dapat menjawabnya dengan pasti, karena mikrofon yang baik tentunya harus diimbangi dengan acoustic treatment vocal booth yang baik pula.

Mengapa acoustic treatment menjadi sangat penting? Acoustic treatment menjadi sangat penting karena dengan menata vocal booth yang kita miliki, kita akan meminimalisir pantulan suara.

Dengan acoustic treatment vocal booth yang kurang baik, maka kami menyarankan anda untuk menggunakan microphone dynamic. Microphone dynamic memiliki karakter penangkapan suara yang kurang sensitif dan membutuhkan boost gain pre-amp yang cukup tinggi pula.

Dengan karakter microphone yang kurang sensitive ini sangat baik untuk merekam suara di ruangan yang belum ditreatment dengan tepat.

Sedangkan, bila ruangan vocal booth sudah mendapatkan cukup peredam suara, maka anda boleh menggunakan condenser microphone. Mic ini memiliki karakter yang berkebalikan dengan mic dynamic. Sangat sensitive dan dapat menangkap noise yang mungkin tidak kita inginkan.

Itulah mengapa saya tidak menyarankan teman-teman untuk menggunakan microphone ini karena microphone ini harus digunakan dalam kondisi ruangan yang telah memiliki peredam suara yang cukup.

Selain itu, secara personal saya tidak menyukai banyak karakter suara yang dihasilkan oleh microphone condenser yang cenderung renyah (enhance frequency mid dan high). Suara yang dihasilkan bagi saya terdengar kurang broadcast. Mungkin karena selama ini yang menjadi standard merekam suara produk broadcast adalah microphone dynamic, jadi saya secara personal kurang nyaman ketika mendengar hasil perekaman suara microphone condenser.

Untuk itulah, dengan personal preference yang saya miliki, saya menyarankan untuk setiap talent voice over yang telah memiliki budget lebih untuk membeli microphone berjenis dynamic baik vocal booth telah di treatment dengan maksimal, ataupun kurang maksimal (acoustic treatment adalah hal yang wajib ya).

 

Pilih Cardioid Microphone

Kami telah membahas polar pattern microphone secara lengkap pada blog berjudul 4 Polar Pattern Microphone yang Perlu Anda Ketahui. Secara singkat, polar pattern adalah cara microphone mengangkap suara didasarkan pada aksis sumber suara.

Ada banyak sekali pola-pola mikrofon menangkap suara, dan mic pun diciptakan berbeda-beda didasarkan hal ini untuk kebutuhannya masing-masing. Menurut saya, microphone yang paling tepat untuk merekam suara voice over adalah mic yang memiliki pola penangkapan suara Uni Directional.

Microphone uni directional, atau yang lebih sering diketahui dengan nama microphone cardioid adalah microphone yang pola penangkapan suaranya fokus di arah depan dengan sedikit mengambil suara pada kiri dan kanan sumber suara.

Dengan keuntungan inilah, tentunya kita bisa memanfaatkan titik fokus penangkapan suara ini untuk mengurangi pick up noise yang akan ikut terekam.

Banyak sekali microphone dynamic yang menggunakan polar pattern ini, sehingga saran saya untuk membeli mic ini semakin di enhance dengan polar pattern yang tepat.

 

 

4 Pilihan Microphone Terbaik Untuk Merekam Voice-Over

Setelah kita mengetahui microphone berjenis apa yang Inavoice sarankan di atas, maka pembahasan ini kami lanjutkan dengan microphone apa yang paling tepat untuk merekam suara. 4 pilihan mic terbaik untuk merekam voice over menurut Inavoice adalah :

1. Samson Q9U (Hybrid Microphone)

Inavoice - Samson Q9U (Hybrid Microphone)

Samson Q9U adalah salah satu line up microphone yang baru muncul dari produsen microphone yang sudah cukup kawakan ini. Walaupun kadang Samson terkenal tidak konsisten dalam membuat produk kualitas terbaik untuk microphone, kami cukup senang dengan suara yang dihasilkan oleh microphone ini.

Samson Q9U adalah jawaban dari produsen ini untuk memasuki pasar podcast yang memang sedang ramai dilakukan oleh banyak orang. Fleksibilitasnya pun cukup menarik untuk menjawab pasar low end hingga mid end. Samson Q9U menawarkan output microphone berupa xlr dan usb (hybrid microphone) untuk menjawab segmen pasar ini.

Dengan shock mount yang adjustable, dan mampu merekam 24bit/96khz melalui kabel usb, microphone ini cukup baik bila digunakan untuk merekam voice over. Cukup baik, karena kami tidak terlalu menyukai karakter suaranya.

Karakter suara yang dihasilkan cukup menarik, walaupun kami merasa ada enhance yang cukup berlebihan pada frekuensi tengah dan atas yang membuatnya terasa terlalu light untuk ukuran sebuah microphone broadcast.

Lagi-lagi ini adalah personal preference yang kami miliki. Namun dengan harga yang cukup murah dengan kualitas yang terdengar profesional, Samson Q9U ini sudah sangat baik bila digunakan untuk merkeam voice over.

Link untuk cek harga Samson Q9U

2. Shure MV7 (Hybrid Microphone)

Inavoice - Shure MV7 (Hybrid Microphone)

Line up microphone shure memang sudah tidak diragukan lagi untuk memproduksi microphone yang ciamik. Hal ini terbukti bahwa shure selalu memproduksi microphone dengan label standard industri broadcast.

Dari sejarahnya, Shure memang sangat ciamik, dia telah membuat microphone Shure SM-5 series yang pada tahun 1966 telah menjadi standard produk broadcasting di Amerika. Kejayaannya sampai saat ini pun masih belum tergantikan dengan banyaknya podcaster yang menggunakan microphone Shure.

Namun beberapa lini microphone shure ini dapat dikatakan cukup mahal, sehingga Shure memutar otak untuk masuk pada pasar low - mid end. Dengan pertimbangan inilah Produsen ini membuat microphone Shure MV7.

Dibandrol dengan harga yang cukup murah untuk produsen ini, Shure MV7 merupakan mic hybrid yang dapat menggunakan 2 koneksi, yaitu koneksi usb, dan koneksi xlr. Microphone ini juga telah mengadopsi adjustable shock mount, dan memiliki pop filter yang dapat digunakan pada filter microphone nya.

Karakter suara yang dihasilkan sangat mirip dengan Samson Q9U. Walaupun MV7 mengklaim bahwa rentang frequency yang dapat direkam cukup lebar (50hz - 20khz), namun kami merasakan bahwa microphone ini telah mendapatkan enhance pada frekuensi mid dan mid high.

Secara personal kami menyukai microphone ini, frequency response yang dihasilkan cukup baik untuk merekam project voice over atau bahkan merekam podcast. Dengan kualitas yang dihasilkan, kami dapat mengatakan bahwa microphone ini tergolong murah dikelasnya.

Link untuk cek harga Shure MV7

3. Shure SM7B

Inavoice - Shure SM7B

Seperti yang telah disampaikan di atas, Shure memang punya segudang merk broadcasting yang berkualitas. Salah satunya adalah Shure SM7B ini.

Shure SM7B ini adalah microphone pembaruan dari ser SM-5 yang sebelumnya telah merajai dunia broadcasting pada tahun 1960an. Microphone ini dirilis pada tahun 1976, dan dengan cepat merajai dunia radio, perekaman voice over, dan kini podcast.

Mengapa microphone ini begitu fenomenal? Karena hasil perekamannya yang sangat true. Frequency response yang baik mulai dari low, mid dan high, dan rentang frequency yang cukup lebar membuat microphone ini sangat cocok digunakan di dunia broadcasting.

Walaupun telah melewati band pass pada radio, suara yang dihasilkan tetap baik dan cukup menarik untuk didengarkan, maka jadilah microphone ini sangat tepat untuk dunia broadcasting.

Techtuber JayzTwoCent pernah mengatakan bahwa microphone ini tidak worthy, namun pernyataan itu akhirnya ditentang oleh banyak Techtuber lain yang mengatakan bahwa cara JayzTwoCent lah yang salah dalam merekam. Lantas apa kesalahannya?

Sebagai microphone dynamic, tentu microphone ini sangat less sensitive. JayzTwoCent berharap bahwa ia dapat merekam source dengan jarak yang lumayan jauh, ini merupakan kesahalan yang fatal.

Menurut kami, microphone ini merupakan sweetspot untuk produksi voice over yang serius dan professional. Harganya memang tidak dapat dikatakan murah, namun hasil yang diberikan lebih baik bila dibandingkan dengan 2 microphone sebelumnya.

Link untuk cek harga Shure SM7B

4. ElectroVoice RE20

Inavoice - ElectroVoice RE20

Ini adalah microphone terbaik untuk merekam suara voice over. Digunakan dalam berbagai podcast ternama, microphone ini telah memfokuskan dirinya untuk menantang kedigdayaan Shure SM7B yang belum terpatahkan.

EV RE20 merupakan microphone yang sangat tepat untuk merekam voice over karena hasil suara yang diberikan sangat-sangat bold dan true di setiap frequency nya. Low frequency yang dihasilkan sangat-sangat baik, bahkan menurut kami lebih baik bila dikomparasikan dengan Shure SM7B.

Selain biasa digunakan untuk merekam suara, microphone ini juga baik digunakan untuk merekam kick drum.

Tonality dan frequency responsenya sangat baik untuk merekam karakter suara dari low hingga mid high. Namun harganya terbilang mahal untuk sebuah alat perekaman voice over. Microphone ini kami nobatkan sebagai microphone terbaik untuk perekaman voice over dengan harga yang cukup merogoh kantong.

Link untuk cek harga EV RE20

Kesimpulan

Merekam suara dengan baik untuk sebuah project voice over memang merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pelaku industri voice over, baik voice over talent yang menjual jasanya sendirian, atau Voice-Over Agency seperti Inavoice.

Memiliki peralatan yang baik merupakan alat penunjang kesuksesan karir, namun jangan terburu-buru untuk membeli alat. Sesuaikan budget yang anda miliki untuk bisa mendapatkan peralatan terbaik.

Ingat, membangun home studio sendiri tidak hanya membutuhkan microphone saja, namun masih membutuhkan banyak hal lain yang digunakan untuk menunjang kualitas suara perekaman yang maksimal.

Saran kami, belilah microphone berjenis dynamic dengan polar pattern cardioid untuk merekam sebuah project voice over karena treatment acoustic atau peredaman suara yang akan anda lakukan bisa sangat diminimalisir. Bukan berarti tidak diredam sama sekali ya vocal booth nya.

Juga ingat, di atas langit masih ada langit. Seberapa mahal alat yang telah anda beli dan miliki, tentunya masih akan ada lagi alat yang lebih mahal dan lebih baik. Jadi pastikan bahwa anda membeli peralatan merekam voice over yang tepat dan sesuai dengan kemampuan anda. Jangan memaksakan diri, karena sesuatu yang dipaksakan tentu tidak akan berakhir dengan baik.

Long story short, jangan tanya lagi ya apakah microphone bm series baik untuk merekam voice over? Karena untuk merekam voice over tentu akan baik, tapi kualitas yang dihasilkan pasti akan berbeda. Sampai bertemu di artikel selanjutnya.