5 May 2021     English   |   Bahasa

Voice Over Talent dan Perbedaan dengan Narator

  1. Home
  2. Voice Over Blog

Summary : "Voice over adalah produk audio yang diproduksi untuk menyampaikan pesan pada audiens melalui media audio visual oleh voice over talent. Voice over talent bukan narator. Narator adalah kategori pekerjaan, yang mana voice over talent berada dibawah scope tersebut."

Kami sering memberi pengetahuan dasar terhadap apa itu dunia voice acting, voice over, dubbing, dan hal-hal teknis lainnya. Namun kami juga sering luput membicarakan mengenai penjelasan pekerjaan talent voice over di Indonesia itu sendiri.

Khususnya di Indonesia, Voice over talent sering disamakan dengan narator, namun apakah benar bahwa voice over talent sama dengan narator? Lantas apakah narator itu? Apa perbedaannya dengan orator? Bagaimana dengan profesi dubber, apakah termasuk dalam narator atau orator?

Mungkin artikel ini akan menjelaskan sedikit banyak tentang perbedaan narator dengan voice over talent, didasarkan dari sejarah perkembangan voice over Indonesia.

Perkembangan Voice Over Talent di Indonesia

Seperti yang sudah pernah kami jelaskan di banyak artikel blog kami sebelumnya, voice talent merupakan pekerjaan turunan broadcasting termuda saat ini. Kami sebut saat ini, karena kami tidak menutup kemungkinan perkembangan media massa dan teknologi kedepannya yang mungkin membutuhkan banyak pekerjaan lain.

Pekerjaan ini turut berkembang seiring dengan perkembangan teknologi di Indonesia, dan juga trend media massa di Indonesia. Sejarah mencatat bahwa radio merupakan media massa pertama yang berkembang di Indonesia, dilanjutkan dengan film, televisi, dan internet.

Selain perkembangan media massa yang berkembang dengan pesat, tentunya kita tidak dapat mengesampingkan perkembangan teknologi yang membawa kita bisa sampai pada titik ini. Kemudahan akan akses teknologi, khususnya teknologi perekaman suara, perekaman dan editing video membawa kita pada era pembuatan konten yang mana sangat membutuhkan voice over di dalamnya.

Perkembangan banyaknya voice talent yang ada di Indonesia juga dikarenakan kemudahan yang telah disebutkan di atas, sehingga mampu membuat banyak konten yang menarik, dan tentunya mampu menjual secara mereka secara mandiri.

Dari perkembangan media massa yang berjalan seiring dengan perkembangan kemudahaan akses teknologi saat ini seperti yang telah dijelaskan di atas, maka kita bisa mengetahui bahwa banyak sekali terminologi yang berkembang melalui trend media massa saat itu. Lucunya, hampir semua pembaca naskah pada saat itu disebut narator. Inilah yang menyebabkan mengapa talent voice over sering juga disebut sebagai narator.

Namun apakah kita salah bila menyebut talent juga merupakan narator? Mari kita membahas lebih dalam lagi mengenai hal ini dengan membahas definisi masing-masing pekerjaan tersebut.

Definisi Narator

Mari terlebih dahulu membahas mengenai definisi narator. Narator adalah pembaca naskah atau narasi yang biasanya bekerja di balik layar. Menurut kami, narator adalah sebuah katagori pekerjaan, yang mana di dalam narator, terdapat banyak sub pekerjaan lain.

Sebagai contoh, kita mengerti bahwa ada sebuah kategori pekerjaan yaitu musisi, dan ada banyak sub pekerjaan lain dari kategori musisi, seperti pemain gitar, pemain celo, pemain drum, vokalis, dan banyak jenis pekerjaan lain.

Sama halnya dengan narator, narator adalah induk pekerjaan yang mana banyak sekali pekerjaan di bawahnya dan salah satunya adalah voice over talent, pekerjaan turunan industri broadcasting yang kini sedang naik daun dan semua orang merasa bisa menjadi voice over talent.

Definisi Voice Over Talent

Sedangkan bila kita berbicara mengenai voice over talent sendiri, tentunya kita tidak bisa melepaskan bahwa voice over talent merupakan pekerjaan yang juga berada di balik layar dan membacakan naskah.

Definisi voice over talent sendiri menurut kami adalah profesi pembaca naskah voice over, iklan, company profile, trailer, dan banyak macam lainnya, yang mana naskah tersebut ditujukan untuk kepentingan menginformasikan pesan yang bersifat informatif (voice over dokumenter, sinetron, dsb) ataupun commercial (brand awareness, marketing, selling) dan diharuskan untuk mampu mendapatkan engagement dari target audiens sesuai dengan tujuan pembuatan naskahnya.

Menjadi voice over talent, tentunya memiliki beberapa karakteristik sendiri, sehingga mampu dibedakan dengan banyak pekerjaan lain yang juga berada dibawah kategori pekerjaan narator.

Beberapa karakteristik tersebut antara lain, harus mampu bermain peran, memiliki theater of mind yang baik, mampu menerjemahkan brief client dengan tepat dan cepat, harus mampu bermain dengan banyak intonasi suara, dan memiliki cara membaca yang baik. Karakteristik inilah yang nantinya akan membedakan pekerjaan ini dengan banyak pekerjaan lain di bawah kategori pekerjaan narator.

Narator dan Perbedaannya dengan Voice Over Talent

Dari definisi di atas, kita juga tentunya mulai menyadari perbedaan narator dan voice over talent. Jelas tertulis di atas bahwa narator merupakan kategori pekerjaan yang mana talent voice over berada di dalamnya. Setiap pekerjaan yang berada dalam kategori narator tentunya memiliki karakteristik sendiri yang pada akhirnya mampu digunakan untuk membedakan setiap scope pekerjaan lain dalam kategori tersebut.

Pun bila ada kesamaan karakteristik dalam pekerjaan ini dan pekerjaan lain yang ada dalam kategori tersebut, menurut kami adalah karakteristik mendasar yang harus dimiliki bagi setiap narator, yaitu mampu membaca dengan baik.

Sedangkan dari definisi di atas, maka kita mengerti bahwa narator dan voice talent merupakan pekerjaan yang sama-sama membacakan sebuah narasi ataupun naskah. Kesamaan lainya adalah, narator dan talent voice over merupakan pekerjaan di balik layar, sehingga terkadang orang tidak mampu mengenali siapa orang yang membacakannya.

Selain dari pembahasan panjang lebar mengenai perbedaan dan persamaan narator dan voice over, ada baiknya kita mengerti satu sub kategori pekerjaan lain, yaitu orator. Mengapa baik untuk mengerti pekerjaan ini karena kita, sebagai voice over enthusiast harus memahami sedetil-detilnya mengenai mengapa voice talent selama ini selalu disamakan dengan narator.

Orator merupakan pekerjaan yang harus berada di depan orang banyak, dengan atau tidak membacakan naskah, dan harus mampu mengendalikan emosi dari audiens yang mendengarkannya. Sebelum era perkembangan teknologi, yang membedakan orator dan narator adalah terpisahnya audiens yang mendengarkan suara / pembacaan naskah dari kedua jenis pekerjaan ini. Bila narator berada di balik layar, maka orator harus bertatap muka dengan audiensnya.

Perkembangan teknologi membuat pekerjaan orator ini berkembang ke titik dimana sebagai orator pun tidak perlu berada didepan audiens banyak, bisa saja hanya melalui instagram live, ataupun penggunaan banyak sosial media lainnya. Beberapa contoh pekerjaan orator adalah dosen, stand up comedian, public speaker, motivational speaker, MC, dan banyak lainnya.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai dunia narator dan scope pekerjaannya, mari kita membahas beberapa pekerjaan lain yang tentunya masih berada di bawah kategori narator. Beberapa pekerjaan tersebut antara lain :

 

Jenis Pekerjaan Lain dalam Kategori Narator

1. Radio Announcer

Pekerjaan sebagai radio announcer, bisa dikatakan sebagai sub kategori dari narator pertama yang ada di Indonesia. Selain karakteristiknya yang sesuai dengan pekerjaan sebagai narator, radio announcer harus mampu membacakan naskah atau script sesuai durasi, juga dengan improvisasi ketika radio announcer tersebut dituntut untuk tidak membaca script dan memenuhi durasi segmen yang ada.

Pekerjaan radio announcer yang harus mampu multi tasking (khususnya dalam industri radio di Indonesia) membuat radio announcer biasanya sangat capable untuk menjadi voice over talent, karena biasanya pula, radio announcer lah yang bertanggung jawab untuk bertugas sebagai talent voice over pada saat produksi iklan yang dilakukan oleh radio tempat ia bekerja.

 

2. Podcast Host

Podcast host bisa dikatakan sebagai pekerja turunan broadcasting termuda setelah voice over talent. Pekerjaan sebagai podcast host sendiri masih abu-abu, karena bagi kebanyakan orang di Indonesia, pekerjaan harus menghasilkan pendapatan. Sedangkan platform podcast sendiri sampai saat ini masih belum jelas kapan bisa dimonetisasi.

Bergembiralah karena spotify kemungkinan akan segera membedakan platform musik dan podcast, dengan perencanaan subscription pada platform podcastnya.

 

3. Dubber

Dubber berkembang di Indonesia setelah banyak film animasi dan opera sabun yang ditayangkan di Indonesia dan butuh dilokalisasi dengan cara mengalih bahasa dari bahasa asli, ke bahasa Indonesia. Dubber juga masuk dalam kategori narator karena mereka bekerja dari balik layar dengan cara membacakan naskahnya. Konten viral dubbing sendiri kini sangat berkembang, karena mudahnya merekam suara dari rumah.

Dubber memiliki karakteristik yaitu, harus mampu memerankan beberapa karakter suara unik, yang sesuai dengan karakter asli dari yang dialih bahasakan.

 

4. News Anchor

Pembaca berita juga merupakan orang yang bekerja dibawah kategori narator. Loh bukannya mereka bekerja di depan kamera sehingga bisa langsung bertatapan dengan audiensnya? Tidak juga, coba kita tengok bagaimana biasanya berita di tampilkan. News anchor akan membacakan secuplik headline yang penting untuk diketahui oleh audiensnya, setelah itu footage berita akan muncul dan news anchor akan membacakan beritanya dengan tanpa terlihat oleh audiens nya.

Selain itu, news anchor juga dituntut untuk membacakan berita disesuaikan dengan durasi segmen, dan kecepatan prompter dengan intonasi yang tepat agar pesan dapat tersampaikan.

 

Tentunya banyak kategori pekerjaan lain dalam narator yang mungkin belum dapat kami jelaskan satu per satu. Namun beberapa pekerjaan di atas yang kami jelaskan merupakan pekerjaan yang mungkin dapat saling terkait dengan voice over talent. Semoga penjelasan kami mengenai perbedaan narator dan voice over talent ini cukup jelas dan mampu membuat anda semua memahami perbedaannya.