14 Sep 2021     English   |   Bahasa

Pentingnya Voice Over Dalam Proses Branding Bisnis

  1. Home
  2. Voice Over Blog

Ditulis oleh :
Jatmiko Kresnatama (Co-Founder Inavoice.com)

Table Of Content

1. Definisi dan Pentingnya Brand Saat ini
2. Definisi Branding
3. Branding VS Marketing dalam Bisnis Anda
4. Mengapa Branding menjadi Penting?
5. Voice Over Dalam Proses Pembentukan Brand
6. Letak Voice Over pada Proses Pembentukan Brand
7. Definisi Brand Voice
8. Definisi Brand Tone of Voice
9. Voice Over Dalam Brand Tone Of Voice
10. Konklusi

Sejujurnya saya menulis artikel ini karena saya sedang belajar mengenai branding dan bagaimana Voice Over involve di dalamnya. Mengapa saya mempelajari branding? Karena saya sedang membangun sebuah usaha bersama teman-teman, usaha itu kami namakan Inavoice.com. Saya rasa, branding merupakan hal yang penting saat ini. Mari belajar bersama.

Saya berkeinginan untuk membuat sebuah digital voice over agency di tengah hiruk pikuk industri Voice Over Indonesia saat ini. Ditengah ramainya pasar Jasa Voice Over, dan Voice Over Talent yang sudah sangat pintar untuk berjualan suaranya sendiri. Saya suka dengan environtment ini, cukup menantang.

Lantas bagaimana Inavoice.com dapat terdengar di tengah traffic jam pesan pada setiap media komunikasi? Itulah mengapa saya mempelajari branding. Jauh mempelajari tentang hal ini, lantas saya mulai mencari keterkaitan antara branding dengan voice over. Sejauh ini pula saya sangat menyadari bahwa branding dan voice over harus berjalan beriringan. Yuk ngobrol lebih dalam tentang branding melalui artikel ini.

 

Definisi dan Pentingnya Brand Saat ini

Definisi Branding

Sejauh yang saya pelajari (tolong dibenarkan kalau saya salah), branding mulai terkenal di Indonesia sejak tahun 90an. Branding mulai dipelajari ketika ada shifting focus pada marketing dari produk menjadi konsumen.

Lantas apakah branding itu? Saya kutip dari obrolan mas Helmy Yahya dan pak Subiakto Priosoedarsono atau yang biasa disebut sebagai Pak Bi, brand adalah persepsi mengenai perusahaan, produk, jasa, atau apapun di benak lawan bicara kita, dalam hal bisnis tentu lawan bicara lekat dengan ‘konsumen’. Sedangkan branding adalah proses menanamkan persepsi pada lawan bicara kita.

Branding sangat lekat dengan stimulan dan persepsi. Saya coba berikan contoh, ketika seseorang ingin dianggap sebagai orang yang membumi, ramah, dan tidak berjarak dengan orang lain, maka dia akan melempar stimulan mungkin dengan citra diri menggunakan pakaian tidak mewah, blusukan, dan murah senyum.

Dengan melempar stimulan seperti ini terhadap orang lain yang akan menerimanya, maka yang diharapkan timbulah persepsi atau anggapan seperti di atas. Bila persepsi itu muncul, maka branding berhasil.

Branding VS Marketing dalam Bisnis Anda

Sebelum saya mengetahui tentang konsep ini -- ya, saya terlalu lambat dalam memahami hal ini, saya beranggapan bahwa bisnis merupakan hal yang sama dengan brand. Namun setelah mengerti tentang konsep ini, saya mulai bisa membedakan, bahwa bisnis itu menjual produk, brand membuat pembeli “merasakan” produk. Bisnis bisa dibuat dalam semalam, brand harus selalu dibangun setiap saat. Bisnis mungkin dimiliki seseorang atau sekumpulan orang, sedangkan brand dirasakan oleh setiap orang.

Inilah yang membedakan brand dan marketing. Branding merupakan proses menanamkan persepsi pada lawan bicara kita (target audiens / konsumen) untuk menjadi customer. Dengan kata lain branding adalah setiap hal yang dilakukan oleh brand, mulai dari positioning, internal branding, visual identity, content creating, dan apapun itu untuk memberikan pesan yang didasarkan pada value kita terhadap lawan bicara kita.

Brand yang baik menyampaikan pesan yang sifatnya melekat dan tidak berwujud. Tentunya ini sangat lekat dengan bagaimana anda membuat nilai yang lebih dari sekedar apa yang anda jual. Anda harus bisa mendefinisikan tujuan, visi, misi, dan nilai apa yang akan anda tanamkan pada produk anda.

Anda harus melempar ini sebagai stimulan pada target audiens anda, bisa melalui banyak hal baik secara visual, tertulis, diucapkan, dan yang lainnya. Anda membuat konten sosial media, company profile, iklan, logo, tagline, services yang baik, nge-tweet, memasang baliho, tvc, ivr, seo content article, poster, customer service, anda sedang melakukan branding. Jadi setiap touch point anda terhadap lawan bicara anda adalah proses pembentukan brand. Ini juga termasuk dalam proses marketing.

Jadi apa bedanya dengan marketing? Marketing adalah sebuah promosi dari bisnis, baik produk, jasa, ataupun brand itu sendiri, yang ditujukan untuk meningkatkan penjualan. Marketing sangat bersinggungan dengan proses pembentukan brand, dan dapat dikatakan bahwa segala sesuatu yang berada didepan bisnis anda yang ditujukan untuk meningkatkan penjualan adalah marketing.

Ada sesuatu yang berbeda disini, karena marketing berada dalam sebuah proses branding, maka setiap hal yang dilakukan oleh proses marketing adalah bentuk branding. Namun tidak semua proses branding adalah marketing.

Perlu disadari bahwa banyak sekali bentuk komunikasi yang dilakukan oleh brand, bahkan proses marketing merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh brand.

Namun tidak semua yang dilakukan oleh brand berfokus pada mempromosikan produk atau jasa dari bisnis anda yang berujung pada meningkatkan sales. Contohnya content edukasi di sosial media, packaging product, how-to video, dan setiap bentuk komunikasi lainnya yang dilakukan untuk membangun relasi, membangun kepercayaan, menumbuhkan nilai, tidak ada motif untuk berjualan yang terlibat, juga disebut branding. Inilah yang membedakan antara branding dan marketing.

Inilah inti dari semua perbincangan kita di atas. Poin utama yang diinginkan branding adalah relationship dan persepsi yang muncul di kepala lawan bicara kita mengenai bisnis, produk, atau jasa anda. Sedangkan poin utama yang diinginkan marketing adalah transaksi dari produk dan jasa anda. Setiap bentuk hubungan atau relasi antar manusia memungkinkan terjadinya transaksi, namun relasi jauh lebih besar daripada sekedar transaksi.

Mengapa Branding menjadi Penting?

Salah satu mentor saya (ceile mentorr) yang bernama Simon Sinek pernah berkata, “people don’t buy what you do, they buy why you do it.” Ini menegaskan bahwa “why” merupakan hal yang penting dalam proses pembentukan sebuah brand. “Why” inilah yang menjadi purpose dan value anda yang diterapkan dalam setiap bentuk komunikasi dari bisnis anda, baik itu produk ataupun jasa.

Baik secara sadar ataupun tidak disadari, keputusan kita membeli sebuah produk atau menggunakan suatu jasa didasarkan pada “why” ini. Mengapa banyak orang lebih memilih produk Apple dibandingkan Microsoft? Mengapa banyak orang lebih memilih sepatu Nike dibandingkan Asics? Mengapa banyak orang kini memperhatikan brand Pangaia sebagai pembuat kaos? Dan mengapa perusahaan yang memiliki intagible aset seperti Gojek memiliki value yang lebih tinggi daripada Garuda Indonesia yang memiliki physical asset yang sangat mewah?

Dari pertanyaan-pertanyaan di atas lah kita bisa melihat bahwa branding kini menjadi penting. Tidak seperti marketing yang didasarkan pada target penjualan dan pendapatan pada suatu rentang waktu, proses branding merupakan sebuah long game, dimana value disampaikan dengan pendekatan humanis untuk mengupayakan pembentukan persepsi dari bisnis anda.

Dengan membentuk persepsi dari value yang anda miliki, diharapkan costumer tidak hanya mampir dan mencari produk lain nantinya, diharapkan bisnis mampu membentuk komunitas yang loyal menggunakan produknya, dan masih banyak lagi yang diupayakan dari hasil pembentukan brand pada sektor subconscious target audiens.

Voice Over Dalam Proses Pembentukan Brand

Letak Voice Over pada Proses Pembentukan Brand

Sebelum saya mulai melantur dan mulai membicarakan hal-hal diluar yang butuh untuk dibicarakan, maka mari kita melihat dimana letak voice over pada proses branding.

Mari kita tinjau ulang Definisi Voice Over disini. Voice over adalah salah satu jenis audio pada produk audio atau audio visual berbentuk pembacaan naskah yang ditulis script writer yang bertujuan untuk menyampaikan pesan pada target audiens. Ingatlah bahwa Voice Over berbeda dengan dubbing, yang mana Definisi Dubbing merupakan melokalisasi konten luar negeri menjadi bahasa lokal agar dapat dikonsumsi oleh tempat dimana konten dubbing tersebut didistribusikan.

Ingat, segala bentuk komunikasi yang menimbulkan persepsi adalah proses branding. Bentuk komunikasi disini bukan hanya isi dari naskah yang dibacakan, namun juga berkaitan dengan bagaimana naskah dibacakan melalui pemilihan siapa yang membaca, tonal suara yang dipilih, intonasi yang digunakan, bahasa apa yang digunakan, kualitas hasil produk yang didengarkan, dan melalui media apa produk anda didistribusikan.

Sehingga, bila anda betul-betul memperhatikan proses branding dari bisnis anda, maka tentunya anda tidak akan main-main dengan setiap bentuk komunikasi yang anda buat. Dalam hal ini saya tidak hanya menyoroti masalah pemilihan siapa voice over talentnya, namun marilah kita mulai berpikir, apakah selama ini caption di sosial media saya sudah tepat? Apakah selama ini, konten video yang saya buat sudah tepat? Apakah selama ini artikel yang saya buat sudah tepat? dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang menanti untuk dijawab.

Proses pembentukan sebuah brand merupakan long game dimana tidak dalam satu kedipan mata maka orang memahami value yang anda coba anda komunikasikan. Proses pembentukan sebuah brand merupakan jalan yang diatur dengan sedemikian rupa, dan mengatur jalan ini biasanya melibatkan banyak hal, tak terkecuali voice over yang mana salah satu fungsi Voice Over merupakan Audio Branding.

Definisi Brand Voice

Apa sih brand voice? Mengapa voice over merupakan sebuah bentuk dari brand tone of voice? Brand voice adalah sebuah upaya yang digunakan perusahaan untuk mengekspresikan bagaimana wajah sebuah bisnis, bagaimana kualitas bisnis, dan dalam proses branding, ini merupakan hal penting yang digunakan untuk mendekatkan bisnis anda pada calon costumer.

Brand voice sangat membantu bisnis anda untuk memberikan sebuah pembeda dibandingkan dengan kompetitor lain melalui unique value yang diberikan. Ini sangat penting dilakukan karena saat ini semua orang dan semua bisnis mencoba mengkomunikasikan apa yang mereka lakukan melalui banyak media. Traffic jam communication terjadi, dan brand voice membantu anda untuk stands out dibanding yang lainnya.

Dengan pemilihan brand voice yang tepat, maka proses pembentukan brand bisa terasa lebih dekat dengan target audiens yang dituju, dan pada akhirnya membangun kepercayaan pada brand anda.

Dengan penggunaan voice pada kata Brand Voice tentunya tidak hanya merujuk pada suara voice over saja loh maksudnya. Tanpa maksud untuk mempersempit, brand voice adalah personality yang ingin dibentuk melalui setiap konten yang anda buat. Personality yang dibentuk untuk menyampaikan apa yang anda percayai, apa nilai anda, dan bagaiamana character anda.

Berbicara mengenai pembentukan personality, sebisa mungkin hal ini tidak boleh berubah. Personality tentu berhubungan dengan character dan penggambaran bisnis anda persepsi yang akan diterima oleh calon komunikan, sehingga bila personality anda berubah tentu butuh adjustment yang cukup lama untuk melakukannya.

 

 

Definisi Brand Tone of Voice

Kita sudah mengetahui bahwa brand voice, atau suara brand merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk membangun personality pada target audiens. Personality tidak boleh berubah, karena ini merupakan wajah yang dibangun oleh sebuah bisnis.

Lantas apa bedanya brand voice dan brand tone of voice? Brand tone of voice secara singkat merupakan bentuk dari “apa” dan “bagaimana” sebuah bisnis mengkomunikasikan sesuatu melalui personality yang dibentuk. Sudah paham kan bedanya? Kalau belum, brand tone of voice adalah bagaimana cara mengkomunikasikan sesuatu melalui personality yang sedang dibangun.

Sekali lagi, ini tidak melulu tentang penggunaan voice over di dalamnya. Apapun yang anda lakukan, baik melakukan print ad, tweeting (copy writing), produk video, penulisan naskah dalam video tersebut, bahkan sampai costumer services yang melayani pelanggan anda, anda harus membentuknya dalam tone of voice yang tertata sehingga anda dapat membentuk personality yang anda inginkan.

Voice Over Dalam Brand Tone Of Voice

Okay, setelah kita mengetahui tentang brand tone of voice, lantas apa yang bisa kita lakukan? Brand tone of voice merupakan cara mengkomunikasikan sesuatu melalui personality yang sedang dibangun. Jelas disini bahwa (melalui definisi di atas) Voice Over juga merupakan sebuah bentuk mengkomunikasikan pesan pada target audiens. Di sinilah terjadi intersection.

Sejarah perkembangan Voice Over di Indonesia mencatat bahwa, sejatinya voice over mampu memerankan peran penting untuk menyampaikan pesan melalui pembentukan personality dari talent voice over terpilih. Hal ini karena sejatinya Voice Over juga berkembang dari industri radio, yang mana pembentukan theater of mind pendengar (target market) sangat dibutuhkan.

Setiap bentuk komunikasi yang anda lakukan untuk target audiens merupakan sebuah upaya pembentukan personality bisnis anda. Semakin anda dekat dengan target audiens anda, semakin anda dipercayai oleh target audiens anda. Voice over hanyalah salah satu bentuk komunikasi ini, dan voice over juga memerankan peran penting dalam pembentukan personality anda.

 

 

Lantas apa yang perlu anda pastikan dalam pemilihan voice over sebagai personality dari brand anda? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1. Tentukan Anda Ingin Terlihat Seperti Apa

Menentukan anda ingin terlihat seperti apa (dalam hal ini terdengar seperti apa), merupakan hal yang sangat krusial dalam pemilihan Voice Over yang mampu mewakili personality anda.

Untuk mengetahui anda ingin terdengar seperti apa, maka anda harus memahami terlebih dahulu siapa target audiens anda, bagaimana cara berpikir audiens anda, melalui media apa audiens anda bisa mengakses konten anda, baru tentukan suara seperti apa yang cocok untuk mewakili personality anda.

Pada awal pembentukan sebuah bisnis, tentu anda kesulitan untuk menentukan hal ini karena anda harus berporses terlebih dahulu. Dalam kasus tertentu bahkan anda tidak tahu bagaimana dan siapa orang yang anda ajak bicara. Inilah pentingnya untuk terus menggali dan belajar tentang bagaimana anda mengembangkan bisnis anda melalui sebuah proses branding.

2. Buatlah Anda Berbeda dari Competitor Anda

Sudah bukan hal yang asing lagi bahwa menjadi berbeda merupakan hal yang harus dilakukan untuk stands out ditengah-tengah traffic jam communication. Bila anda memiliki personality yang sama dengan kompetitor yang lain, maka apa yang membuat anda berbeda? Apa yang membuat orang akan memilih bisnis anda dari bisnis yang lain?

Begitu pula dengan produk voice over yang anda pilih, dan tentunya personality suara Voice Actor seperti apa yang anda pilih. Pastikan bahwa anda berbeda dengan kompetitor anda, baik secara ‘why’ dan pesan yang anda berikan melalui konten yang anda buat melalui Naskah Voice Over yang anda tulis.

Terkadang menulis naskah Voice Over merupakan hal yang cukup tricky, bila memang dirasa dibutuhkan, anda dapat menggunakan jasa agensi iklan, ataupun creative agency, sehingga anda dapat memberikan pesan yang tepat melalui konten audio visual yang sedang anda rancang.

Akan sangat baik bila anda memiliki referensi atau contoh voice over yang mungkin bisa diberikan baik pada penulis naskah voice over ataupaun Voice Actor yang nantinya akan anda gunakan jasanya. Tentunya bukan untuk menduplikasi konten yang ada, namun untuk menjadi benchmark, produk Voice Over seperti apa yang ingin anda buat.

3. Bangun Personality Bisnis Anda

Sekali lagi saya ingatkan, branding merupakan long game, dimana anda harus terus membangun kedekatan personal dengan calon target audiens anda. Kedekatan personal bisa anda buat dalam berbagai macam konten, salah satunya produk audio visual yang menggunakan voice over sebagai penyampai pesannya.

Hal ini harus terus di-maintenance, sudah sejauh apa karakter anda terbentuk di kepala konsumen anda. Bagaimana hasil dari voice over yang telah dibuat membentuk persepsi pada target audiens anda? Apakah sudah tepat? Yang salah, voice over talentnya dalam membacakan naskah, atau naskahnya yang tidak sesuai dengan target audiens. Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang harus anda ulik untuk menentukan kemana arah personality dari bisnis anda.

4. Tentukan Misi dari Pembuatan Konten Anda

Membuat sebuah konten tentunya membutuhkan effort yang luar biasa. Mungkin anda harus menghire content writer, graphic designer, videographer, dan juga voice over talent. Pastikan setiap effort anda memiliki misi terhadap pembentukan brand voice anda.

Anda tidak melulu harus menggunakan voice over talent yang sama untuk setiap produk yang anda gunakan. Bila bisa seperti ini tentunya akan baik bagi bisnis anda karena setiap kali audiens anda mendengar suara dari voice over talent tersebut maka mereka akan langsung teringat dengan brand anda. Tentunya hal ini membutuhkan effort yang lebih, dan menuntut ekslusifitas dari seorang voice over talent. Ada harga yang cukup mahal untuk membayar ekslusifitas voice over talent.

Tapi anda tidak perlu melakukan hal ini, anda cukup menentukan misi yang ingin anda capai dalam pembentukan konten yang menggunakan produk voice over. Misi seperti brand awareness, pendekatan dengan segementasi pasar, dan banyak lainnya merupakan hal yang bisa dilakukan dengan beberapa voice over talent. Pastikan bahwa anda sudah memiliki rencana untuk melakukan misi tersebut, bila tidak ingin disebut sebagai misi bunuh diri.

Konklusi

Dari artikel yang saya tulis ini, tentunya kita (saya dan anda) belajar bahwa voice over merupakan hal yang erat dengan proses pembentukan brand. Voice over merupakan salah satu bentuk tone of voice dari brand yang menentukan bagaimana personality dan persepsi bisnis anda disampaikan pada target audiens.

Saran saya, tentukan setiap konten yang akan anda komunikasikan sedetil mungkin, sebaik mungkin, sehingga menghasikan konten yang berkualitas terbaik untuk mewakili personality dan persepsi bisnis anda pada target audiens.

Dalam hal voice over, pastikan anda memilih voice over talent yang tepat dengan kualitas produksi dan pasca produksi audio terbaik, sehingga yang terbaik tersebut bisa menyampaikan pesan pada target audiens dengan sempurna dan membentuk persepsi sesuai yang diharapkan.

Matur nuwun sudah membaca artikel yang saya tulis. :)

 


Klik icon di atas untuk mengunduh artikel dalam bentuk pdf.